Ketika Rezeki Studio Melahirkan Magis Baru
Dua dekade lebih mengarungi belantara musik tanah air rupanya tak sedikit pun mengikis keajaiban intuisi bermusik MALIQ & D’Essentials. Mengobati rasa penasaran publik setelah sempat membawakannya secara sporadis di panggung festival akhir September lalu, unit pop-funk legendaris ini akhirnya resmi melepas amunisi terbarunya, “Arah Labuh”. Menariknya, trek ini tidak sekadar menjadi amunisi rilis tunggal biasa, melainkan didapuk sebagai pintu gerbang menuju album studio kesepuluh mereka yang digadang-gadang siap mendarat pada November mendatang.
Kisah di balik lahirnya “Arah Labuh” sendiri membawa romantisme tersendiri khas proses kreatif musisi kawakan. Ketika seluruh materi album kesepuluh sejatinya sudah terkunci rapat dan memasuki tahap akhir, sebuah keajaiban kecil terjadi di hari pamungkas sesi studio. Sang drummer sekaligus produser, Widi Puradiredja, mengungkapkan bagaimana nomor ini lahir tanpa direncanakan sama sekali—sebuah rezeki organik yang memancar begitu saja ketika para personel duduk melingkar dan memetik gitar.
“Albumnya sudah selesai, sudah tidak ada opsi untuk membuat lagu lagi. Di hari terakhir kita kumpul, megang gitar, ternyata tercipta lagu ini. Tidak lama, liriknya langsung mengalir masuk ke dalam melodinya,” kenang Widi Puradiredja menceritakan momen magis tersebut.
Menemukan “Rumah Hati” di Tengah Ketidakpastian
Secara tematik, “Arah Labuh” membungkus narasi universal tentang ambisi, perjalanan mengejar mimpi, dan dinamika ketidakpastian langkah yang kerap membayangi manusia. Namun, alih-alih disajikan dengan nada meletup-letup atau determinasi yang membebankan, lagu ini justru menawarkan pelukan hangat lewat filosofi kedamaian dalam bertualang. Sang vokalis, Indah Wisnuwardhana, membeberkan sublimasi pesan yang ingin mereka sampaikan lewat nomor ini.
“Mimpi-mimpi itu menjadi tujuan yang membawa kita berjalan sejauh apa pun untuk mencapainya. Bawalah rumah hati ikut serta ke mana dan di mana pun mimpi membawa kita berlabuh,” ungkap Indah Wisnuwardhana puitis.
Perspektif tersebut seolah menggarisbawahi kematangan emosional MALIQ & D’Essentials yang kini tengah berlayar menuju usia perak 25 tahun berkarya pada 2027 mendatang. Jalur panjang yang telah dilewati membentuk sudut pandang baru dalam menyikapi pasang surut industri maupun kehidupan. Menurut Widi Puradiredja, fase mereka hari ini bukan lagi tentang meratapi kendala atau merayakan puncak pencapaian secara berlebihan, melainkan tentang bagaimana menikmati setiap jengkal proses dan melangkah dengan dada lapang.
Rangkaian Selebrasi Menuju Album Kesepuluh
Peluncuran single “Arah Labuh” ini dipastikan menjadi titik awal dari selebrasi besar-besaran yang disiapkan MALIQ & D’Essentials. Untuk melengkapi pengalaman mendengarkan para penggemarnya, grup yang selalu tampil modis dan dinamis ini bakal menggelar eksibisi multipengalaman bertajuk Kabar Gembira Exhibition yang dihelat di ASHTA District 8, Jakarta, mulai 29 Oktober hingga 15 November mendatang.
Acara ini menjadi sekuel kuratorial setelah kesuksesan Can Machines Fall in Love? Exhibition pada 2024 lalu. Lewat pameran ini, publik tidak hanya diajak mendengarkan musik, tetapi juga menyelami semesta visual, konsep kreatif, dan perjalanan emosional di balik pembuatan album kesepuluh mereka. Sebuah langkah selebrasi yang elegan dari salah satu pilar pop paling konsisten di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.










Discussion about this post