China Pacu Penggunaan AI dan Aset Digital di Sektor Kebudayaan serta Pariwisata
Pemerintah China mulai mengidentifikasi dan menjajaki mekanisme penetapan kepemilikan, penentuan harga, hingga perdagangan aset budaya digital. Langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada sektor kebudayaan dan pariwisata di negara tersebut.
Pejabat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China, Zhou Hanping, menyampaikan bahwa integrasi AI akan didorong secara masif. Cakupannya meliputi penciptaan karya budaya, peningkatan layanan publik, pelestarian warisan budaya takbenda, otomatisasi layanan pariwisata, hingga tata kelola pasar.
Pedoman Baru Kolaborasi Teknologi dan Industri Pariwisata
Langkah strategis ini diperkuat dengan diterbitkannya pedoman bersama oleh sembilan otoritas pemerintah China. Pedoman tersebut dirancang untuk memacu aktivitas perdagangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui regulasi anyar ini, China mendorong penggabungan teknologi AI, Extended Reality (XR), dan inovasi digital lainnya. Kombinasi teknologi tersebut diharapkan mampu melahirkan produk kebudayaan dan pariwisata yang unik, sekaligus memperluas jangkauan layanan cerdas bagi para wisatawan.
Pemerintah daerah di China juga diimbau untuk menciptakan skenario konsumsi baru yang memadukan pengalaman digital dan fisik. Konsep imersif ini rencananya bakal diterapkan di area-area strategis, seperti kawasan pejalan kaki, pusat komersial, dan objek wisata unggulan.
14 Proyek Percontohan dan Pengembangan SDM
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China saat ini telah menyiapkan 14 proyek percontohan untuk menguji penerapan AI di lapangan. Program percontohan ini mencakup berbagai bidang vital, mulai dari modernisasi museum, seni pertunjukan teater, destinasi wisata salju, hingga optimalisasi layanan pariwisata mancanegara (inbound).
Produk kebudayaan dan pariwisata berbasis teknologi seperti pertunjukan digital dan pengalaman imersif dinilai menjadi motor penggerak baru dalam meningkatkan permintaan domestik, membuka lapangan kerja, serta menjaga kepercayaan konsumen.
Guna mendukung keberlanjutan ekosistem digital ini, pemerintah China terus mendorong pelaku usaha lokal untuk menggali potensi daerah masing-masing. Selain itu, program pelatihan bersama antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri juga digencarkan demi mencetak tenaga ahli yang kompeten di bidang teknologi pariwisata.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post