Yerevan — Pertemuan ke-17 Konferensi Para Pihak untuk Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP17) resmi dibuka di Yerevan, Armenia. Pertemuan tingkat dunia ini menjadi momentum krusial bagi negara-negara peserta untuk melakukan tinjauan global pertama terhadap kemajuan kolektif dalam mengimplementasikan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF).
Dorongan Aksi Nyata Menuju 2030
Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, secara resmi membuka konferensi tersebut. Dalam pidato pembukaannya, ia menyoroti pentingnya komitmen nyata dari setiap negara anggota. Pashinyan menyerukan agar seluruh pihak segera mentransformasikan komitmen politik menjadi tindakan konkrit dan hasil yang dapat diukur, mengingat tenggat waktu pencapaian target kerangka kerja tersebut semakin mendekati tahun 2030.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati, Astrid Schomaker, menyuarakan optimismenya terhadap gelaran COP17. Ia berharap forum ini dapat membuktikan bahwa sistem multilateralisme masih bekerja secara efektif dan komunitas internasional mampu memenuhi janji-janji lingkungan yang telah disepakati bersama.
Mengevaluasi Celah Implementasi Kerangka Kerja
Astrid Schomaker menambahkan bahwa proses penilaian terhadap KMGBF serta evaluasi atas laporan nasional dari masing-masing negara peserta akan menjadi pijakan penting. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kesenjangan dalam proses implementasi di lapangan, sekaligus menjadi panduan strategis untuk merumuskan solusi atas kendala yang ada.
KMGBF sendiri pertama kali diadopsi pada tahun 2022 dengan target utama menghentikan dan membalikkan laju degradasi keanekaragaman hayati global pada tahun 2030. Kerangka kerja ini membawa visi jangka panjang agar kehidupan manusia dapat berjalan selaras dengan alam pada tahun 2050. Oleh karena itu, tinjauan global di COP17 difokuskan untuk menilai sejauh mana capaian yang ada, memetakan tantangan, serta menentukan langkah-langkah prioritas guna mempercepat pencapaian target tersebut.
Agenda dan Tema COP17
Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 19 hingga 30 Oktober. Pada gelaran kali ini, COP17 mengusung tema utama “Taking Action for Nature” atau “Mengambil Tindakan untuk Alam”, yang menegaskan fokus utama dunia pada langkah konkret demi kelestarian keanekaragaman hayati global.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post