Kabar mengejutkan sekaligus menggeparkan lanskap musik Tanah Air datang dari kuintet penjelajah mesin waktu, Deredia. Band yang konsisten menghidupkan kembali estetika musik era 1950-an ini resmi mengumumkan kepindahan mereka ke naungan raksasa label rekaman Indonesia, Aquarius Musikindo. Kepastian ini menjadi babak baru yang cukup krusial setelah perjalanan panjang hampir satu dekade mereka bersama label terdahulu, demajors.
Langkah strategis ini menandai fase pendewasaan bagi Deredia. Dikenal dengan identitas musikal yang sangat terkurasi—sebuah peleburan manis antara harmoni ragtime, ayunan swing yang ceria, hingga ketukan polka yang menggugah—berlabuhnya mereka di rumah baru tentu memicu rasa penasaran hangat di kalangan pencinta musik Indonesia.
Mesin Waktu yang Terus Berputar dan Bereksplorasi
Sejak pertama kali terbentuk pada 2014, Deredia berhasil mencuri perhatian berkat keberanian mereka membawakan citra klasik populer. Fondasi musik bernuansa pertengahan abad ke-20 itu terekam apik dalam dua album penuh mereka, Bunga & Miles (2016) dan Bianglala (2023). Lewat kedua rilisan tersebut, mereka tak sekadar menjual nostalgia visual dan audio, tetapi juga menyuntikkan narasi-narasi lokal berlatar sejarah Indonesia yang otentik.
Namun, memperlakukan estetika retro bukan berarti menutup diri dari sentuhan modern. Sinyal perubahan arah angin kreatif ini sebenarnya sudah mulai berembus sejak akhir 2025 lalu. Dalam rangka memperingati satu dekade berkarya, Deredia merilis ulang karya ikonis ciptaan Pay Burman dan Dewiq, “Pernah Muda”, yang dahulu dipopulerkan oleh Bunga Citra Lestari.
Proyek rilis ulang tersebut menjadi milestone penting karena untuk pertama kalinya Deredia mempercayakan kemudi produksi kepada produser eksternal, Irwan Simanjuntak (Opung Irwan). Hasilnya? Sebuah ramuan pop modern yang dibalut ulang dengan jiwa swing khas mereka tanpa kehilangan taji karakter aslinya.
Ekspektasi di Babak Baru Bersama Raksasa Label
Bergabungnya Deredia ke dalam keluarga besar Aquarius Musikindo jelas membawa angin segar sekaligus ekspektasi tinggi. Sebagai label yang melahirkan banyak katalog legendaris dalam industri musik lokal, jangkauan dan infrastruktur Aquarius diprediksi mampu membawa warna musik klasik ala Deredia ke spektrum pendengar yang jauh lebih luas.
Meskipun detail mengenai proyek album atau single perdana di bawah label anyar ini masih disimpan rapat, sinyal-sinyal kehadiran materi baru sudah dipastikan lewat pengumuman resmi mereka. Pertanyaan besarnya kini: apakah Deredia akan tetap bertahan pada pakem romantis era 50-an, atau justru siap merambah wilayah eksplorasi sonic baru yang lebih menantang bersama sang label baru? Satu hal yang pasti, derap langkah mesin waktu mereka masih sangat jauh dari kata berhenti.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post