JAKARTA — Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman. Penegasan ini disampaikan guna meredam kekhawatiran masyarakat menyusul munculnya laporan kelangkaan dan antrean panjang BBM di sejumlah daerah, khususnya Bali dan Manado, Sulawesi Utara.
Bahlil mengungkapkan bahwa cadangan BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional selama 16 hingga 18 hari ke depan. Sementara itu, stok untuk BBM jenis Solar dan bensin nonsubsidi berkadar oktana RON 92 ke atas tercatat mencukupi untuk durasi 18 hingga 20 hari.
Ia menegaskan bahwa batas cadangan Pertalite di bawah 20 hari bukan indikasi terjadinya kelangkaan nasional maupun pelanggaran terhadap ambang batas minimum pasokan negara. Menurutnya, standar operasional distribusi BBM saat ini masih berjalan dalam koridor yang aman dan terkendali.
Langkah Darurat: Gandakan Armada Tanker Laut
Guna mengatasi hambatan logistik yang memicu keterlambatan pasokan di tingkat daerah, Bahlil telah menginstruksikan BUMN migas, PT Pertamina (Persero), untuk segera memperkuat armada pengangkutan. Langkah ini mencakup penambahan signifikan pada jumlah kapal tanker BBM yang melayani wilayah-wilayah terdampak.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pengiriman BBM dari Jawa Timur menuju Bali serta pulau-pulau lain yang keandalan pasokannya sangat bergantung pada jalur transportasi laut.
“Saya telah memerintahkan Pertamina untuk segera menggandakan jumlah armada kapal pengangkut. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi potensi gejolak di daerah sekaligus mempercepat rantai distribusi,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta.
Pertamina Geber Operasi 24 Jam dan Pasokan Tambahan
Merespons instruksi tersebut, anak perusahaan Pertamina yang mengurusi rantai distribusi, PT Pertamina Patra Niaga, mulai menyalurkan pasokan BBM tambahan secara masif ke wilayah Bali. Pertamina juga menginstruksikan puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Dewata untuk beroperasi penuh selama 24 jam nonstop hingga rantai pasokan kembali stabil.
Selama periode 14 hingga 17 Oktober, Pertamina Patra Niaga menjadwalkan penggelontoran sekitar 57,9 juta liter bensin ke Bali. Skema perkuatan distribusi ini turut didukung oleh pengerahan armada truk tangki dan pengemudi tambahan yang didatangkan langsung dari wilayah Jawa Timur.
Sementara itu, fenomena antrean panjang kendaraan di Sulawesi Utara diidentifikasi bersumber dari keterlambatan jadwal sandar kapal tanker di terminal BBM setempat. Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkirakan kondisi di lapangan akan berangsur pulih dan kembali normal dalam kurun dua hingga tiga hari ke depan.
Pasokan BBM untuk Sulawesi Utara sendiri telah mendapat pasokan segar setelah kapal tanker yang membawa 3.000 kiloliter Pertalite tiba di pelabuhan setempat pada 13 Oktober, yang kemudian disusul pengiriman tambahan sebesar 5.000 kiloliter pada akhir pekan. Langkah percepatan logistik ini diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan distribusi serta mencegah hambatan pasokan berkembang menjadi krisis energi daerah yang berkepanjangan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post