MALANG TODAY – Eskalasi konflik di Yaman kembali memanas seiring sengitnya pertempuran antara pasukan pemerintah yang diakui secara internasional dengan kelompok milisi Houthi. Pertempuran darat kini berpusat di wilayah strategis Provinsi Lahj, yang berdekatan dengan koridor maritim vital Bab al-Mandab, jalur perairan penting yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.
Pasukan pro-pemerintah yang didukung koalisi Arab Saudi dilaporkan berhasil merebut kembali sekitar 85 persen wilayah yang sempat dikuasai Houthi sejak serangan kilat September lalu. Meski demikian, sekitar 500 milisi Houthi dikabarkan masih bertahan di dataran tinggi yang mengawasi jalur pelayaran minyak dunia tersebut. Konfrontasi yang terus berlanjut di titik ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan harga energi global.
Sengit di Garis Depan Gurun Lahj
Di kawasan gurun Provinsi Lahj, benteng-benteng pertahanan baru dari karung pasir didirikan untuk menahan gempuran Houthi. Komandan Pasukan Selatan, Tawfiq Al Haboun, mengungkapkan bahwa pertempuran di wilayah tersebut berlangsung sangat sengit akibat sengatan artileri, penembak jitu, hingga serangan peluncur rudal balistik milik milisi Houthi.
Tak hanya menggunakan senjata berat konvensional, kelompok Houthi juga gencar menerjunkan pesawat nirawak (drone) yang dilengkapi bahan peledak C4. Dalam beberapa insiden terbaru, lima kendaraan militer pro-pemerintah dilaporkan hancur akibat alat peledak buatan yang ditanam di sepanjang jalur pertempuran, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak pasukan pemerintah.
Krisis Kemanusiaan dan Gelombang Pengungsian
Konflik berkepanjangan ini berdampak langsung pada kondisi kemanusiaan warga sipil Yaman. Menurut data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sebanyak 200.000 orang terpaksa angkat kaki dari rumah mereka sejak gelombang kekerasan terbaru memuncak pada awal September. Warga yang mengungsi kini hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan tanpa akses memadai terhadap makanan, air bersih, maupun tempat tinggal yang layak.
Seorang pengungsi asal pegunungan Kahboob bernama Aisha mengaku telah bertahan hidup di bawah pepohonan selama sebulan penuh setelah desanya dihantam serangan drone. Ia terpaksa melarikan diri hanya membawa pakaian yang melekat di badan, tanpa membawa harta benda maupun hewan ternak.
Kewalahan di Rumah Sakit Rujukan
Dampak pertempuran darat juga memicu lonjakan pasien di rumah sakit militer kota pelabuhan Aden, yang kini menjadi pusat pemerintahan Yaman. Tim medis bekerja ekstra keras menangani puluhan korban luka tembak, ledakan, dan pecahan artileri yang berdatangan setiap harinya dari garis depan, termasuk pasien sipil dan anak-anak.
Salah satu korban luka adalah Ali, seorang bocah berusia 12 tahun yang menderita luka parah akibat pecahan peluru serangan drone yang merusak bagian dekat tulang belakangnya. Di sisi lain, para tenaga medis menegaskan komitmen profesionalitas mereka dengan tetap merawat seluruh korban tanpa membedakan latar belakang maupun faksi politik demi alasan kemanusiaan.
Ancaman Geopolitik yang Kian Meluas
Sejak merebut ibu kota Sanaa pada 2014, milisi Houthi terus tumbuh menjadi kekuatan yang sulit ditundukkan, meski koalisi Arab Saudi telah melancarkan operasi militer selama bertahun-tahun. Ketegangan kini merembet ke level regional, ditandai dengan serangan rudal yang menyasar target vital seperti bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi.
Meskipun pernah tercapai gencatan senjata pada 2022, eskalasi terbaru menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian permanen di Yaman masih belum menentu. Tenaga medis dan warga lokal berharap adanya komitmen serius dari para pihak yang bertikai untuk menghentikan perang, demi mengakhiri penderitaan rakyat Yaman yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post