Integrasi Budaya Nusantara Jelang Usia Lima Abad Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengintegrasikan agenda silaturahmi keraton dan kesultanan Nusantara ke dalam kalender kegiatan strategis daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menyambut momentum bersejarah peringatan 500 tahun (5 abad) Kota Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menginstruksikan jajaran birokrasi terkait untuk memastikan kehadiran para tokoh adat dari seluruh penjuru negeri terfasilitasi dengan baik. Komitmen tersebut menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif sekaligus wadah pelestarian warisan budaya bangsa.
“Hari ini saya instruksikan kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kebudayaan untuk memasukkan agenda kehadiran para raja dan sultan Nusantara ke dalam kalender kegiatan resmi memperingati 500 tahun Kota Jakarta,” tegas Rano.
Menurut Rano, silaturahmi kebudayaan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat persaudaraan kebangsaan sekaligus merawat nilai-nilai luhur tradisi. Meski Jakarta terus berkembang menjadi megapolitan modern, identitas kebudayaan Nusantara dipastikan tetap mendapat ruang apresiasi yang luas.
“Meski berasal dari berbagai daerah dengan adat dan tradisi yang berbeda, kita memiliki kecintaan yang sama terhadap kekayaan budaya Nusantara,” tambahnya.
Unjuk Kekuatan Budaya di Kawasan Bundaran HI
Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemprov DKI Jakarta turut mengundang seluruh kontingen keraton dan kesultanan se-Indonesia untuk menyemarakkan pergelaran Jakarta Penuh Warna yang berpusat di kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ajang ini dirancang khusus untuk menampilkan keharmonisan keberagaman etnis yang hidup berdampingan di ibu kota.
Melalui agenda tersebut, masyarakat luas diharapkan dapat menyaksikan secara langsung kekayaan khazanah tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia melalui representasi kebudayaan keraton.
“Saya berharap semua raja, sultan, dan keluarga ikut hadir dalam acara Jakarta Penuh Warna dengan pakaian adat masing-masing, supaya masyarakat tahu bahwasanya Indonesia memiliki kekuatan budaya yang luar biasa,” ujar Rano.
Dukungan FSKN dan Persiapan Musyawarah Agung 2026
Inisiatif Pemprov DKI Jakarta mendapat sambutan hangat dari kalangan pemangku adat. Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Brigjen Pol. (Purn) Mapparessa, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya kerajaan di Indonesia.
Mapparessa menilai, dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Musyawarah Agung 2026—sebuah perhelatan lima tahunan para pemangku adat—menjadi fondasi penting dalam mengukuhkan Jakarta sebagai etalase utama kebudayaan nasional.
“Musyawarah Agung ini menjadi langkah pemanasan untuk menyongsong perayaan 5 Abad Jakarta, di mana para raja dan sultan se-Nusantara siap berkontribusi aktif meramaikannya,” pungkas Mapparessa.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post