Manifesto Kebebasan Mode: Menatap Tren Spring/Summer 2027 Lewat Lensa Kurasi High-Fashion
Ketika panggung runway bulan busana musiman mereda, panggung mode internasional tidak lantas meredup. Justru di balik tirai maraton catwalk yang sibuk, babak baru dimulainya kurasi bisnis dan penentuan arah tren global baru saja dimulai. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh kalkulasi cermat, keputusan memilih koleksi busana bagi para kurator dan pembeli (buyer) kelas atas menjadi kunci utama dalam menerjemahkan karya seni panggung menjadi realitas gaya hidup masyarakat modern.
Angélique Liautaud, Direktur Pembelian Busana Wanita di department store ternama Printemps, membagikan pandangan mendalam mengenai potret estetika panggung Milan dan Paris untuk musim Spring/Summer 2027. Bagi Liautaud, panggung mode musim ini tidak sekadar menawarkan pakaian baru, melainkan menyuarakan semangat kebebasan, optimisme, dan perayaan karakter individualitas yang kuat dari berbagai rumah mode papan atas seperti Dior, Chanel, dan Saint Laurent.
“Kita menyaksikan musim yang sarat dengan energi kreatif tanpa batas. Di tengah tuntutan untuk terus beradaptasi, industri mode membutuhkan emosi, inovasi, dan performa estetika yang lebih kuat dari sebelumnya,” ungkap Liautaud. Siluet yang dihadirkan kini tampil lebih merdeka, tegas, ringan, dan penuh daya pikat warna yang mendefinisikan ulang femininitas modern.
Dekonstruksi Siluet dan Perayaan Kebebasan Ekspresi
Bila musim-musim sebelumnya didominasi oleh batasan gaya yang kaku, Spring/Summer 2027 membuka gerbang eksplorasi tanpa batas. Perempuan tidak lagi dikotakkan dalam satu citra tunggal. Ia bisa tampil sensual, maskulin, neo-sporty, intelektual, maupun bohemian secara bersamaan lewat permainan padu padan (mix and match) yang berani.
Di panggung Milan, dekonstruksi busana menjadi sorotan utama. Rumah mode Prada menjadikan rok sebagai titik awal eksplorasi konstruksi busana yang sangat variatif. Sementara itu, Jil Sander di bawah arahan Simone Bellotti secara cerdas memodernisasi potong pangkas tailoring klasik menjadi lebih kontemporer melalui teknik dekonstruksi yang presisi.
Sementara itu, panggung Paris melanjutkan momentum keberanian tersebut lewat pendekatan yang lebih elegan, multikromatik, dan berani mengekspos estetika tubuh. Eksplorasi material kain melayang, transparansi yang memikat, hingga aplikasi busana berdesain lingerie yang dipamerkan secara terbuka menjadi artikulasi gaya di panggung Dior, Chanel, Tom Ford, dan Fendi.
Pendekatan lain ditunjukkan oleh Dries Van Noten yang menghadirkan detail berharga bagai perhiasan dengan penekanan garis pinggang yang terdefinisi. Di sisi lain, Miu Miu kembali menghidupkan nuansa sporty chic yang dinamis namun tetap anggun, serta Courrèges di tangan Drew Henry yang memancarkan optimisme lewat permainan warna cerah.
Sentuhan berkelas juga dihadirkan oleh Michael Rider untuk Celine melalui busana kapsul yang efisien dan tajam. Kode-kode estetika borjuis, potong pangkas jahit yang presisi, mantol berpotongan ramping, serta elemen busana pria (menswear) diolah kembali menjadi lebih lembut. Kuncinya terletak pada keahlian styling: teknik penumpukan (layering), permainan proporsi, serta tabrak warna yang memberikan karakter kuat pada tiap penampilan.
Tiga Pertunjukan Utama yang Menggetarkan Emosi Panggung Runway
Dari puluhan presentasi yang digelar, Liautaud menyoroti tiga panggung utama yang berhasil mencetak impresi emosional paling mendalam musim ini:
- Dior: Bertempat di Taman Tuileries, Jonathan Anderson menegaskan bahasa desainnya dengan tingkat kepekaan dan keakuratan yang luar biasa. Sentuhan kriya (craftsmanship) hadir begitu subtle, melahirkan femininitas yang puitis, ringan, dan seolah melayang di udara.
- Chanel: Di bawah arahan Matthieu Blazy, Chanel menampilkan sosok perempuan mandiri yang berani. Blazy merevolusi kode klasik rumah mode tersebut melalui kontras material: memadukan elemen lingerie transparan dengan struktur tailoring, serta mengolah kain tweed menjadi lebih lembut dan teknis tanpa kehilangan keanggunannya.
- Saint Laurent: Menyajikan pertunjukan megah nan sinematik dengan latar panggung yang magis. Di bawah olah kreatif Haider Ackermann, warisan gaya ikonik Tom Ford diinterpretasikan ulang secara misterius. Perpaduan antara provokasi gaya dan keanggunan tingkat tinggi berhasil dikuasai secara sempurna.
Liautaud juga menambahkan bahwasanya pergerakan mode musim ini makin bergairah berkat kontribusi desainer-desainer muda bertalenta seperti Julie Kegels, Matières Fécales, dan Alain Paul yang siap menjadi pilar mode masa depan.
Statement Pieces: Elemen Kunci yang Wajib Dimiliki
Bagi para pencinta fashion yang ingin memperbarui lemari busana mereka untuk musim mendatang, beberapa artikel busana dan aksesori diprediksi akan menjadi must-have items:
- Rok Multifungsi: Menjadi item paling esensial musim ini. Hadir dalam versi eksperimental di Prada, bernuansa kasual-sporty di Miu Miu, hingga potongan asimetris yang ringan mengalir di panggung Dior.
- Second-Skin & Lingerie: Busana berbahan renda, bodysuit, dan aksen transparan kini bergeser menjadi busana harian (daytime wardrobe) yang dipadukan secara elegan bersama luaran berstruktur tajam.
- Aksesori Penuh Pernyataan: Tas berukuran besar (oversized) dari Bottega Veneta, tas bentuk unik seperti ‘bra bag’ dari Prada, serta interpret

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post