Kalah Saing dan Dimakan Usia, Nadi Angkutan Desa di Kabupaten Malang Kian Meredup
Kondisi angkutan perdesaan (angdes) di wilayah Kabupaten Malang kini berada di ujung tanduk. Terhimpit sengitnya persaingan dengan moda transportasi berbasis aplikasi (daring) serta armada yang makin dimakan usia, mayoritas angdes tak lagi beroperasi secara optimal. Fenomena meredupnya armada “plat kuning” ini mendistorsi fungsi Terminal Tipe C yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang, yang selama ini menjadi simpul utama mobilitas masyarakat perdesaan.
Sepinya aktivitas angdes berdampak langsung pada pemanfaatan fasilitas terminal milik daerah. Sejumlah terminal kelas lokal tersebut kini tampak lengang akibat minimnya angkutan umum yang masuk dan melayani trayek-trayek antar-kecamatan maupun desa.
Faktor Armada Tua dan Gempuran Transportasi Daring
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Eko Margianto, mengungkapkan bahwa penyusutan armada angdes yang beroperasi reguler menjadi persoalan kompleks yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Menurutnya, keterbatasan peremajaan armada menjadi salah satu pemicu utama konsumen beralih ke moda transportasi lain.
“Saat ini hanya sebagian angkutan desa yang masih bertahan dan beroperasi. Salah satu kendala utamanya adalah faktor usia kendaraan yang sudah tua, di samping harus menghadapi persaingan ketat dengan layanan transportasi daring,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Kondisi tersebut, lanjut Eko, menjadi tantangan berat bagi Pemkab Malang untuk menjaga agar denyut transportasi umum di kawasan pelosok tidak mati total, sekaligus mengembalikan fungsi vital terminal sebagai pusat perekonomian warga lokal.
Rencana Integrasi Jaringan Transportasi untuk Revitalisasi Terminal
Guna merespons keterpurukan ini, Dishub Kabupaten Malang tengah menyusun skema penyelamatan untuk menghidupkan kembali aktivitas di terminal-terminal Tipe C. Fokus utamanya adalah merancang konektivitas antar-wilayah agar trayek angdes kembali memiliki daya tarik ekonomi.
Pemerintah daerah berencana menghubungkan terminal-terminal perdesaan di Kabupaten Malang melalui sistem jaringan transportasi umum yang saling terintegrasi. Dengan terhubungnya koridor-koridor strategis ini, angdes diharapkan dapat kembali mengambil peran kunci sebagai pengumpan (feeder) mobilitas harian warga.
Langkah integrasi ini ditargetkan mampu memulihkan fungsi Terminal Tipe C, menggeliatkan kembali roda perekonomian sopir angdes, serta menjamin ketersediaan akses transportasi publik yang aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Malang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post