MALANG TODAY – Langkah strategis untuk memitigasi krisis air dan menjaga stabilitas pasokan air bagi masyarakat Malang Raya serta kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas resmi dimulainya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Kamis (15/10/2026). Operasi difokuskan pada Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Sutami, yang memegang peranan vital sebagai urat nadi sumber daya air di Jawa Timur.
Pelaksanaan OMC diawali dengan koordinasi matang melalui pembukaan dan briefing teknis di Ruang Dispatch Skadron Udara 4 Wing Udara 1.2 Grup 1 Angkut, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Langkah intervensi cuaca ini dilakukan guna mengoptimalkan curah hujan di wilayah hulu sehingga debit air Waduk Sutami tetap terjaga dalam level aman.
Sinergi Lintas Instansi di Mako Lanud Abdulrachman Saleh
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, menyambut baik kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan dukungan operasi militer udara dengan kebutuhan pengelolaan sumber daya air sipil. Menurutnya, kesiapan alutsista dan personil pangkalan udara Malang siap dikerahkan secara optimal demi kepentingan publik.
Dalam pengarahannya, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara menginstruksikan agar seluruh tahapan penyemaian awan dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi serta mengedepankan standar keselamatan penerbangan yang ketat.
“Pelaksanaan operasi harus mengutamakan profesionalisme, koordinasi, efektivitas, dan keselamatan,” tegas Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara di hadapan jajaran tim gabungan.
Agenda vital ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Fahmi Hidayat, Danwing 1.2 Grup 1 Angkut, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, serta Ketua Tim Operasi Lapangan Direktorat Operasional Modifikasi Cuaca BMKG.
Sebar 800 Kilogram Garam Penyemai di Udara Malang Raya
Usai serangkaian briefing navigasi dan kondisi meteorologi, tim gabungan langsung melakukan peninjauan armada udara yang disiagakan, yakni pesawat jenis C-212/A-2103 di apron pangkalan. Tim juga memeriksa kesiapan logistik bahan semai berupa garam natrium klorida (NaCl).
Pada penerbangan perdananya, sebanyak 40 koli bahan semai dengan berat total 800 kilogram NaCl diangkut untuk disebar pada awan-awan potensial di atas kawasan catchment area Waduk Sutami. Intervensi ini diharapkan mampu merangsang terjadinya hujan secara terukur di titik-titik krusial penampungan air.
Menjaga Ketahanan Air dan Energi Jawa Timur
Ketersediaan air di Waduk Sutami Karangkates tidak hanya berdampak pada irigasi pertanian lokal di Malang Raya dan sekitarnya, namun juga menjadi penyokong utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta pasokan air baku industri maupun rumah tangga di sepanjang Wilayah Sungai Brantas.
Melalui keterpaduan antara BMKG, Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, dan TNI AU, Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan dapat berjalan efektif. Selain mengamankan cadangan air menjelang perubahan musim, operasi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan seluruh instansi dalam merespons dinamika iklim demi kelangsungan hidup masyarakat luas.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post