Lisbon Fashion Week (ModaLisboa) edisi ke-67 bertajuk Priority resmi mengukuhkan posisi Portugal sebagai salah satu pusat gravitasi busana paling dinamis di Eropa. Mengambil latar tempat-tempat bersejarah seperti Pátio da Galé, Museum Desain MUDE, hingga Museum Harta Karun Kerajaan, perhelatan ini merajut eksplorasi tekstil tradisional, eksperimen konseptual, hingga busana siap pakai (streetwear) yang sarat akan pesan keberlanjutan (sustainable fashion).
Panggung runway musim ini tak sekadar menampilkan estetika visual, melainkan menjadi medium dialog antara tubuh, identitas budaya, serta hubungan erat antara fesyen dan lanskap perkotaan yang kian modern.
Warisan Tradisi dan Narasi Baru di Atas Runway
Perhelatan dibuka secara memukau oleh label Béhen di Museum MUDE. Mengusung koleksi bertajuk “Desta Água Não Beberei”, Béhen memadukan warisan kriya tekstil tradisional dengan cerita rakyat kawasan pesisir Nazaré abad ke-19. Teknik kriya halus (savoir-faire) dan pendekatan produksi yang sadar lingkungan menjadi bukti nyata bahwa memori sejarah mampu berpadu harmonis dengan estetika kontemporer.
Eksperimen tekstil berlanjut melalui proyek kolaboratif AD HOC karya desainer Constança Entrudo dan seniman Prancis Marie Hazard. Lewat eksplorasi material yang matang, keduanya berhasil mempertemukan teknik tenun khas Portugal dan Prancis dalam sebuah bahasa visual yang segar.
Sementara itu, desainer senior Carlos Gil menghadirkan kejutan dengan memboyong peragaan busananya keluar dari gedung museum menuju jalanan ikonik Rua Augusta. Lewat koleksi “Entre Mares” yang memancarkan siluet melayang dan palet warna lapang, Carlos memosisikan ruang publik sebagai perpanjangan dari panggung runway, meleburkan batas antara busana tingkat tinggi dan masyarakat urban.
Sorotan internasional juga tercipta lewat debut panggung merek asal Spanyol, Adolfo Domínguez, di bawah arahan kreatif Tiziana Domínguez, yang kian memperkaya ruang dialog mode di Portugal.
Ledakan Warna, Sensualitas, dan Cerita Budaya
Eksplorasi estetika mencapai puncaknya saat desainer Roselyn Silva menampilkan koleksi bertajuk “Birsa Collection” untuk Spring/Summer 2027. Mengambil inspirasi dari kekayaan keanekaragaman hayati São Tomé dan Príncipe yang kian terancam, Roselyn memanjakan mata lewat permainan motif cetak, sulaman rumit, kemeja berkerah lebar, serta rok ber-volume yang mengawinkan elemen Afrika kuno dengan gaya streetwear.
Di sisi lain, desainer Gonçalo Peixoto memilih jalur sensual yang memikat. Siluet feminin dihadirkan lewat penggunaan material transparan, renda floral, sifon halus, sekuin mengilap, serta struktur korset yang tegas. Dipadukan dengan perhiasan khusus hasil kolaborasinya bersama brand global Pandora, Gonçalo menghadirkan koleksi yang penuh kenangan emosional namun tetap memiliki daya pikat komersial yang kuat.
Mode Konseptual dan Sentuhan Urban
Lanskap mode konseptual diwakili oleh Kolovrat yang mengolah kriya tangan, tekstur terjalin, jahitan brokat, serta gaun berbahan tali menjadi sebuah narasi seni yang dalam. Di tempat terpisah, Nuno Baltazar memukau lewat koleksi “Cabinet des Curiosités” yang mengandalkan keanggunan siluet memanjang, bahu yang terstruktur, dan bahannya yang mengalir anggun dalam balutan warna marun, ungu, hingga kuning mustard.
Untuk nuansa yang lebih maskulin dan dinamis, label DuarteHajime mengusung tema “Highway Cruise”. Dengan menghadirkan deruan sepeda motor langsung ke arena panggung, koleksi ini memadukan material kulit, kain twill, jaket bomber, dan celana sutra yang menginfus semangat kebebasan musik rock ’n’ roll ke dalam gaya busana jalanan modern.
Seni Pertunjukan, Keberlanjutan, dan Industri Sepatu
Isu keberlanjutan mendapat panggung khusus melalui perancang perhiasan Valentim Quaresma. Berbekal material sisa (deadstock) dan kain bertekstur basah, ia menciptakan aksesori berestetika distopia yang kuat. Panggung dramatis juga dihadirkan oleh Dino Alves lewat koleksi penutup bertajuk “Poema”. Menggunakan taburan bubuk putih dan aplikasi bahan serba hitam, Dino mengubah busana daur ulang (upcycling) menjadi sebuah mahakarya teatrikal yang megah.
Komitmen ModaLisboa terhadap kemajuan industri mode juga ditunjukkan melalui inisiatif Portuguese Soul oleh APICCAPS yang memamerkan keunggulan industri alas kaki lokal lewat kampanye “Kindness”. Perancang sepatu terkemuka Luís Onofre bahkan mengonfirmasi keterlibatannya dalam merancang lini sepatu untuk kolaborasi internasional Elie Saab x H&M di Museum Kerajaan Palácio da Ajuda.
Edisi kali ini ditutup dengan apresiasi terhadap generasi baru melalui ajang bakat Sangue Novo dan platform Workstation Design, yang melahirkan talenta-talenta muda penuh potensi. ModaLisboa edisi ke-67 berhasil membuktikan bahwa fesyen bukan sekadar deretan pakaian di atas panggung, melainkan sebuah simfoni yang memadukan tradisi, eksperimen artistik, dan keberlanjutan masa depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post