Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis. Tandyo menduduki posisi puncak matra darat tersebut untuk menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak, yang kini dipercaya mengemban amanat baru sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Rotasi kepemimpinan strategis ini menarik perhatian publik karena kedua perwira tinggi militer tersebut pada hakikatnya bertukar posisi. Sebelum perombakan ini bergulir, Tandyo merupakan sosok yang menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Langkah penyegaran di pucuk pimpinan militer ini menjadi bagian dari manuver restrukturisasi yang lebih luas di tubuh TNI dan lembaga pemerintahan pada masa awal kepemimpinan Presiden Prabowo.
Gelar Ganda Maruli Simanjuntak di Sektor Wilayah Perbatasan
Selain dipercaya menduduki kursi Wakil Panglima TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak juga mendapatkan mandat tambahan yang tak kalah krusial di ranah sipil-pemerintahan. Presiden Prabowo menunjuk mantan Pangkostrad tersebut untuk memimpin Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Dengan penunjukan ini, Maruli mengemban tanggung jawab ganda yang menyatukan aspek pertahanan negara dan pengawasan teritorial. Ia ditugaskan untuk memperkuat pengamanan, akselerasi pembangunan, serta pengawasan strategis di wilayah-wilayah perbatasan dan daerah terdepan Indonesia, selaras dengan visi pemerintah dalam menjaga kedaulatan NKRI dari pinggiran.
Rekam Jejak Panjang Tandyo Budi Revita di Militer dan Kementerian
Jenderal Tandyo Budi Revita, perwira berusia 57 tahun, dikenal memiliki rekam jejak yang sangat matang di instansi militer maupun birokrasi pertahanan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 ini telah mengamankan berbagai posisi krusial sebelum akhirnya dipercaya memimpin Mabesad.
Perjalanan karier Tandyo terbilang cemerlang. Sebelum diangkat sebagai Wakil Panglima TNI, ia pernah menduduki posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad)—jabatan orang nomor dua di tubuh TNI AD. Karier teritorialnya juga sangat kuat, terbukti saat ia dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, yang memimpin operasi pertahanan teritorial di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tak hanya berpengalaman di lapangan dan struktur komando tempur, Tandyo juga memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Kementerian Pertahanan. Ia tercatat pernah mengemban sejumlah posisi strategis, mulai dari Direktur Kesadaran Bela Negara, Direktur Potensi Pertahanan, hingga Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kementerian Pertahanan. Kombinasi pengalaman teritorial, manajerial, dan penguatan sumber daya manusia ini menjadi modal kuat bagi Tandyo dalam memimpin modernisasi Angkatan Darat ke depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post