SWISS — Laju pencairan gletser di kawasan Pegunungan Alpen, Swiss, kembali menyentuh angka yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru mencatat lebih dari 5 persen massa es yang tersisa di negara tersebut lenyap hanya dalam waktu 12 bulan terakhir akibat hantaman gelombang panas ekstrem selama musim panas.
Para ilmuwan menilai kecepatan penyusutan ini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Hingga beberapa tahun lalu, kehilangan 2 persen massa es dalam setahun sudah dikategorikan sebagai kondisi ekstrem. Namun, realitas saat ini menunjukkan laju pencairan berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Dampak Kritis Krisis Air dan Risiko Bencana
Pencairan es gletser yang masif memang melepaskan sekitar 2,2 triliun liter air lelehan sepanjang Juli hingga September. Meski pasokan air ini membantu meredakan kekeringan selama musim panas, kondisi tersebut bukanlah kabar baik untuk jangka panjang.
Penyusutan gletser secara drastis mengancam cadangan air masa depan yang sangat dibutuhkan untuk sektor pertanian, pembangkit listrik tenaga air, dan jalur transportasi perairan. Pasokan air dari pencairan es yang terjadi saat ini merupakan cadangan tua yang tersimpan selama ratusan tahun dan tidak dapat diperbarui dalam waktu singkat.
Selain krisis air, hilangnya lapisan es juga berdampak pada kestabilan geologi kawasan pegunungan. Hilangnya penopang es meningkatkan risiko tanah longsor, ketidakstabilan lereng, hingga potensi banjir bandang yang dapat menerjang pemukiman di sekitarnya.
Kondisi Rentan di Puncak Tertinggi
Fenomena ini dipicu oleh akumulasi cuaca hangat sejak musim dingin, yang membuat lapisan salju pelindung gletser menjadi sangat tipis. Tanpa tutupan salju segar yang cerah untuk memantulkan sinar matahari, es gletser yang gelap menyerap lebih banyak radiasi panas, sehingga mempercepat proses pencairan.
Kondisi paling mengkhawatirkan ditemukan di titik-titik pengukuran tertinggi di atas 3.500 meter di atas permukaan laut. Di wilayah yang seharusnya terus diselimuti salju tebal tersebut, para peneliti justru tidak menemukan sisa salju di akhir musim panas. Di beberapa gletser, ketebalan es bahkan menyusut hingga empat meter di titik tertinggi.
Tanpa adanya pasokan salju baru yang memadat menjadi es, gletser kehilangan kemampuan untuk memperbarui massanya. Kondisi ini membuat beberapa gletser berukuran kecil di kawasan Alpen diproyeksikan akan hilang sepenuhnya dalam waktu dekat.
Upaya Penyelamatan Cadangan Es Global
Meskipun sebagian gletser di Pegunungan Alpen dinilai sulit untuk diselamatkan akibat suhu bumi yang sudah terlanjur hangat, para ahli menekankan pentingnya aksi iklim global. Pengurangan emisi karbon secara drastis tetap menjadi kunci utama untuk menyelamatkan cadangan es yang lebih besar di wilayah Himalaya dan kawasan kutub.
Menjaga kestabilan massa es di wilayah-wilayah kritis tersebut sangat krusial untuk mencegah lonjakan kenaikan permukaan air laut global yang berpotensi mengancam jutaan masyarakat di kawasan pesisir dunia.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post