MALANG TODAY – Berawal dari solusi rumahan atas masalah klasik para ibu yang kesulitan membujuk anak makan sayur, Hasni Husni, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Malang, sukses menciptakan inovasi kuliner sehat berupa mi berbahan dasar sayuran segar. Produk ini kini menjadi salah satu alternatif pendorong pemenuhan gizi anak-anak di wilayah Malang Raya melalui olahan yang lezat dan menarik.
Pemilik label usaha Rizhany Abon dan Eryna Cookies ini memanfaatkan bahan-bahan alami seperti wortel dan daun kelor untuk menyiasati kebiasaan anak-anak yang kerap menghindari sayur dalam piring makan harian mereka.
Inovasi Berawal dari Meja Makan Keluarga
Perjalanan usaha kuliner Hasni sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2015 melalui produk kue kering Eryna Cookies. Namun, pengembangan varian mi sayur baru ditekuninya dalam dua tahun terakhir. Langkah ini lahir murni dari pengalamannya sebagai seorang ibu di rumah.
“Berhubung anak-anak tidak suka makan sayur, saya berpikir bagaimana caranya supaya mereka tetap bisa makan sayur. Akhirnya, muncullah ide membuat mi sayur,” ujar Hasni saat membagikan kisah suksesnya.
Untuk mempertahankan kandungan gizi dan warna alami, Hasni mengolah sayuran segar seperti wortel kaya vitamin A serta daun kelor yang tinggi antioksidan menjadi jus pekat. Ekstrak sayur inilah yang kemudian dicampurkan langsung ke dalam adonan tepung utama tanpa menggunakan zat pewarna sintetis maupun bahan pengawet sintetik.
Menerapkan Sistem Made by Order dan Ekspansi Pasar
Guna menjamin kesegaran dan kualitas produk tanpa pengawet kimia, Hasni menerapkan sistem produksi berbasis pesanan (made by order). Mi baru akan diproduksi begitu ada permintaan dari pelanggan, sehingga konsumen selalu mendapatkan produk yang segar.
Awalnya, kreasi mi sayur ini hanya ditujukan untuk konsumsi internal keluarga. Namun, setelah dicicipi oleh kerabat dan tetangga sekitar, respons positif mulai berdatangan. Berawal dari mulut ke mulut, permintaan pasar pun terus meluas hingga Hasni memutuskan untuk membuka pemesanan secara komersial.
Guna menggaet selera konsumen dewasa di Malang Raya, ia juga melengkapi varian mi sayurnya dengan racikan chili oil khas buatan sendiri yang memberikan cita rasa gurih dan pedas yang seimbang.
Geliat Pemasaran Mandiri dan Edukasi Gizi
Meskipun sebagian besar proses produksi masih dikerjakan secara mandiri di dapur rumahnya, Hasni cukup terampil memanfaatkan kanal digital. Ia mengandalkan jejaring pesan instan WhatsApp untuk melayani pelanggan setia, serta rajin mengikuti berbagai kegiatan bazar UMKM lokal untuk mengenalkan kreasinya secara langsung kepada warga Malang.
Inovasi mi sayur wortel dan kelor ini menjadi bukti nyata kreatifitas pelaku UMKM Malang Raya dalam menghadirkan solusi pangan bergizi. Langkah bertahap yang dilakoni Hasni tak sekadar menjanjikan peluang bisnis kuliner yang menjanjikan, tetapi juga turut membantu para orang tua dalam mendekatkan bahan pangan kaya nutrisi kepada anak-anak melalui sajian yang digemari.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post