Revitalisasi Kurikulum Perguruan Tinggi untuk Kebutuhan Kerja
Dunia pendidikan tinggi di Malang Raya dituntut untuk segera mentransformasi pola pembelajarannya agar tidak sekadar melahirkan lulusan berbekal teori formal semata. Kampus-kampus di bumi Arema didorong untuk mencetak sumber daya manusia yang adaptif, menguasai keterampilan praktis, serta mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pesan krusial ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Fauzan, saat menghadiri puncak peringatan Dies Natalis ke-72 Universitas Negeri Malang (UM) yang berlangsung di Graha Cakrawala, Kota Malang.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Fauzan menekankan pentingnya posisi perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam arsitektur pembangunan nasional. Menurutnya, dinamika dunia kerja dan industri saat ini bergerak sangat cepat, sehingga kompetensi akademis mahasiswa harus terus diselaraskan dengan kebutuhan lapangan.
“Peran kampus tidak sebatas mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari konsep, tetapi perlu memperoleh pengalaman nyata untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,” tegas Prof. Fauzan.
Pendidikan Emansipatoris dan Perubahan Mindset Kampus
Menjawab tantangan tersebut, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Hariyono, menyatakan bahwa pihaknya terus mematangkan pendekatan pendidikan emansipatoris. Konsep ini memfokuskan pembelajaran pada penguasaan keilmuan yang dipadukan dengan penguatan keterampilan sosial serta transformasi pola pikir (mindset) seluruh civitas akademika.
Prof. Hariyono memaparkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi telah merombak lanskap berbagai profesi. Ia mencontohkan industri media dan jurnalistik yang kini bertransmisi cepat ke ranah konten digital dari era media cetak konvensional.
“Yang kita ubah bukan sekadar pengetahuannya itu sendiri, melainkan bagaimana dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berani mengubah pola pikir. Kebutuhan lima tahun ke depan akan sangat berbeda dengan hari ini. Karena itu, kampus harus membangun kebiasaan refleksi, keterbukaan terhadap perubahan, dan kepekaan membaca persoalan lingkungan sekitar,” jelas Prof. Hariyono.
Guna memperkuat daya saing lulusan, UM juga terus memicu keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek kolaboratif bersama dunia industri dan pemerintah daerah di wilayah Malang Raya maupun nasional, sehingga ruang inkubasi keterampilan praktis makin terbuka luas.
Kemandirian Finansial Kampus dan Kepedulian Lingkungan
Selain fokus pada reformasi kurikulum, isu efisiensi pembiayaan pendidikan tinggi turut menjadi perhatian serius pimpinan kampus. Guna merespons aspirasi publik terkait keterjangkauan biaya kuliah, UM berkomitmen menekan ketergantungan pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Langkah strategis yang ditempuh adalah mengoptimalkan lini bisnis kampus (income generating) melalui optimalisasi aset-aset potensial dan pemberdayaan kapasitas SDM internal secara profesional. Usaha efisiensi ini diharapkan mampu menopang operasional pendidikan tanpa harus membebani orang tua mahasiswa.
“Penguatan kemandirian keuangan ini menjadi komitmen bersama para rektor perguruan tinggi negeri. Kita harus kreatif menggali sumber pendapatan alternatif agar operasional kampus tetap berjalan optimal tanpa menambah beban finansial masyarakat,” tambah Rektor UM.
Sebagai wujud konkret dari perubahan paradigma tersebut, UM mulai menerapkan kebijakan operasional kampus yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah melakukan evaluasi dan pengalihan penggunaan karangan bunga sintetis/plastik dalam acara seremonial menuju pemanfaatan bunga hidup dan tanaman hijau.
Langkah-langkah kecil ini diharapkan membentuk ekosistem kampus di Malang yang tidak hanya unggul secara intelektual, namun juga tanggap terhadap Isu lingkungan, responsif secara sosial, dan siap mencetak wirausahawan baru yang membuka lapangan kerja bagi publik.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post