Penyelenggaraan pameran perdagangan internasional tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 resmi ditutup dengan mencatatkan performa impresif. Ajang promosi ekspor terbesar di tanah air tersebut berhasil membukukan nilai transaksi fantastis mencapai 22,94 miliar Dolar AS atau setara dengan Rp414 triliun.
Capaian spektakuler ini melampaui ekspektasi pemerintah, di mana nilai transaksi tersebut merealisasikan 131,1 persen dari target awal yang dicanangkan Kementerian Perdagangan sebesar 17,5 miliar Dolar AS. Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global.
India Hingga Belanda Dominasi Nilai Transaksi Eksportir
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa pergerakan ekonomi dalam TEI edisi ke-41 ini didorong oleh tingginya minat dari berbagai negara mitra strategis. Berdasarkan data penutupan acara di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, terdapat lima negara dengan kontribusi nilai transaksi tertinggi.
“Ada lima negara tertinggi berdasarkan nilai transaksi di TEI. Pertama India, kedua Belanda, ketiga Bangladesh, lalu Uni Emirat Arab (UEA), dan Jepang,” ujar Budi Santoso saat memberikan keterangan resmi pada penutupan acara tersebut.
Dari sisi komoditas, pasar internasional menunjukkan ketertarikan yang sangat kuat terhadap ragam produk unggulan nusantara. Produk-produk yang mencatatkan nilai transaksi terbesar mencakup sektor makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, hasil pertanian, serta produk kertas.
Kendati demikian, Budi memberikan catatan bahwa catatan komoditas tersebut secara spesifik menggambarkan dinamika transaksi atas produk-produk yang dipamerkan sepanjang gelaran TEI, dan bukan mengukur keseluruhan kinerja perdagangan nasional secara umum.
Lonjakan Partisipasi Eksportir dan Pembeli Mancanegara
Selain mencetak rekor transaksi keuangan, pameran perdagangan internasional yang telah dihelat sejak tahun 1985 ini juga mencatatkan lonjakan antusiasme dari sisi kepesertaan dan kunjungan. TEI 2026 tercatat diikuti oleh 1.873 peserta pameran (exhibitor) serta menyedot perhatian hingga 45.287 pengunjung. Angka kunjungan tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 31,08 persen jika dibandingkan dengan gelaran tahun sebelumnya.
Daya tarik produk lokal juga sukses menggaet 9.600 pembeli internasional (buyer) yang datang dari 151 negara. Adapun lima negara asal pembeli terbanyak dalam ajang ini didominasi oleh delegasi dari India, Malaysia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Arab Saudi, dan Taiwan.
Memperkuat Penetrasi Pasar Global Produk Nusantara
Sebagai agenda tahunan yang telah memasuki dekade ke-4, TEI secara konsisten membuktikan perannya yang vital dalam mempertemukan para eksportir nasional dengan jaringan pembeli global. Ajang ini tidak sekadar menjadi etalase produk, tetapi juga sarana diplomasi ekonomi yang efektif.
Melalui pencapaian transaksi yang melambung, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta peningkatan trafik pengunjung, Kementerian Perdagangan optimistis momentum ini akan terus berlanjut. Pemerintah berharap dampak positif TEI mampu membuka ruang kerja sama bisnis yang lebih luas sekaligus memperkuat penetrasi serta daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional secara berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post