Upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) terus mendapat sorotan positif sekaligus catatan kritis dari kalangan pemuda. Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2021–2023 yang juga Deklarator Pemuda Indonesia Raya, Zaki Nugraha, menegaskan pentingnya mengawal agenda strategis di bidang pendidikan dan kesehatan secara berkelanjutan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Kita membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, serta memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang,” ujar Zaki Nugraha dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (18/10/2026). Menurutnya, penempatan program penguatan SDM, pendidikan, dan kesehatan sebagai fokus utama pemerintah merupakan langkah krusial yang wajib didukung serta diawasi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Capaian Dua Tahun Program Unggulan Pemerintah
Dalam evaluasi dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Zaki mengapresiasi sejumlah capaian konkret yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tercatat telah menjangkau hingga 55 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Selain itu, sektor kesehatan masyarakat juga menunjukkan progres signifikan melalui Program Cek Kesehatan Gratis yang berhasil menjangkau sekitar 73,8 juta peserta hingga pertengahan 2026. Di sektor pendidikan dasar dan menengah, pemerintah telah mendistribusikan 14.829 papan interaktif ke berbagai sekolah, memfasilitasi beroperasinya 182 Sekolah Rakyat, serta meluncurkan Program Sekolah Garuda.
“Program Sekolah Garuda memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya generasi unggul yang menguasai sains, teknologi, dan kepemimpinan,” kata Zaki menambahkan.
Kualitas Dampak dan Tantangan Digitalisasi Pendidikan
Meski mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Zaki mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya program atau meluasnya jumlah penerima manfaat. Indikator keberhasilan yang sejati, tegasnya, adalah sejauh mana kebijakan tersebut menghadirkan perubahan nyata dan substansial dalam kehidupan rakyat.
Terkait modernisasi dan digitalisasi di sektor pendidikan, ia memberikan catatan khusus mengenai pentingnya kesiapan infrastruktur penunjang, seperti ketersediaan listrik, akses internet yang merata, hingga peningkatan kualitas pembelajaran serta kesiapan para tenaga pengajar.
“Teknologi harus memperkuat peran guru, bukan menggantikannya,” tegas Zaki secara lugas.
Pemerataan Akses untuk Masa Depan Bangsa
Zaki menekankan pentingnya prinsip keadilan sosial dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan bermutu tinggi adalah hak mendasar bagi seluruh anak Indonesia, tanpa membedakan apakah mereka tinggal di wilayah perkotaan, pedesaan, kawasan pesisir, daerah terpencil, maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Guna mencapai hal tersebut, ia mendorong pemerintah untuk terus memprioritaskan pemerataan kualitas sekolah, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, perbaikan sarana-prasarana fisik pendidikan, serta langkah progresif dalam mencegah angka anak putus sekolah.
“Pendidikan di negara ini harus melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kecakapan digital, serta menjunjung tinggi etika dan kepedulian sosial. Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun hari ini, tetapi juga oleh kualitas manusia yang tumbuh dan berkembang dari pembangunan tersebut,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post