MALANG TODAY – Keajaiban medis kembali mengukir sejarah baru dalam dunia kesehatan reproduksi. Seorang wanita berusia 44 tahun asal London, Kassandra Bacon, berhasil melahirkan bayi laki-laki sehat bernama Landon setelah menjalani pencangkokan jaringan ovarium miliknya yang telah dibekukan selama lebih dari dua dekade.
Kelahiran bayi Landon menjadi momen bersejarah dalam teknologi medis. Landon diperkirakan merupakan bayi pertama di dunia yang lahir dari transplantasi jaringan ovarium yang telah disimpan dan dibekukan selama lebih dari 20 tahun.
Keputusan Penting di Masa Remaja
Perjuangan Kassandra bermula ketika dirinya didiagnosis mengidap jenis kanker darah langka pada usia 17 tahun. Meski sempat dinyatakan remisi, kanker tersebut kembali menyerang setahun kemudian dengan kondisi yang jauh lebih parah. Dokter yang menanganinya menyatakan bahwa Kassandra harus segera menjalani kemoterapi agresif.
Sadar bahwa terapi radiasi dan kemoterapi dosis tinggi berpotensi merusak organ reproduksinya, Kassandra berinisiatif mencari cara untuk menyelamatkan kesuburannya. Karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjalani prosedur pembekuan sel telur konvensional, ia memilih opsi eksperimental, yakni pembekuan jaringan ovarium.
Kassandra berhasil menemukan Dr. Sara Matthews, seorang dokter bedah yang bersedia mengambil empat sampel jaringan dari ovariumnya sebelum pengobatan kanker intensif dimulai. Saat itu, prosedur ini belum memiliki kepastian keberhasilan yang tinggi.
Menghadapi Menopause Dini dan Hambatan Prosedur
Pengobatan kanker medis yang dijalani Kassandra, termasuk transplantasi sumsum tulang dan kemoterapi, berhasil menyelamatkan nyawanya. Namun, efek samping dari pengobatan tersebut menyebabkan ovariumnya rusak permanen hingga ia mengalami menopause dini pada usia 33 tahun.
Ketika siap untuk memiliki anak, Kassandra harus berjuang selama 10 tahun untuk menemukan fasilitas medis yang dapat mentransplantasikan kembali jaringan ovariumnya. Regulasi yang ketat dan ketiadaan dokumen medis masa lalu sempat menjadi kendala utama.
Bantuan akhirnya datang ketika Dr. Sara Matthews menghubungkannya dengan Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel. Meski sempat tertunda akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut, Kassandra akhirnya berhasil menjalani prosedur transplantasi jaringan ovarium pada Mei 2024 saat kondisi sempat kondusif.
Mekanisme Transplantasi Jaringan Ovarium
Prosedur transplantasi jaringan ovarium dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan yang mengandung sel-sel pembentuk sel telur untuk dibekukan di laboratorium. Ketika pasien siap merencanakan kehamilan, jaringan tersebut dicairkan dan dicangkokkan kembali ke area sekitar ovarium.
Jaringan yang berhasil dicangkokkan akan menyambung kembali dengan pembuluh darah setempat, memungkinkan ovarium kembali memproduksi hormon dan melepaskan sel telur secara alami. Data ilmiah mencatat bahwa siklus reproduksi wanita dapat pulih hingga 94 persen setelah prosedur ini, dengan tingkat kelahiran hidup mencapai 28 persen.
Harapan Baru Bagi Penyintas Kanker
Beberapa bulan setelah operasi transplantasi, fungsi reproduksi Kassandra kembali aktif. Setelah menjalani tiga kali program bayi tabung (IVF), Kassandra akhirnya dinyatakan positif hamil dan melahirkan putranya, Landon, pada September lalu, bertepatan dengan 25 tahun dirinya dinyatakan bebas dari kanker.
Pengalaman Kassandra memberikan inspirasi dan harapan baru bagi para pasien kanker muda di seluruh dunia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan kemajuan teknologi medis, para penyintas kanker tetap memiliki peluang besar untuk membangun keluarga dan memelihara masa depan mereka.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post