Dominasi Sanda, Wushu Kabupaten Probolinggo Sabet 11 Medali Kejuaraan Nasional
KOTA KEDIRI — Kontingen Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Probolinggo sukses menunjukkan taringnya di ajang olahraga tingkat nasional. Bertanding pada Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional yang berlangsung di GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada 15–18 Oktober 2026, tim asal Probolinggo tersebut berhasil membawa pulang total 11 medali yang terdiri dari 4 medali emas, 6 perak, dan 1 perunggu.
Capaian gemilang ini menegaskan potensi besar atlet-atlet daerah di kawasan Jawa Timur dalam menguasai cabang olahraga beladiri, khususnya pada kategori sanda (pertarungan bebas). Keberhasilan ini juga menjadi catatan prestasi penting dalam peta pembinaan olahraga Jawa Timur, yang kerap menjadi tolok ukur kekuatan atlet-atlet muda di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
Daftar Atlet Peraih Emas dan Kategori Pertandingan
Empat medali emas yang diraih kontingen Kabupaten Probolinggo berasal dari berbagai kelompok umur, mulai dari pra-junior hingga senior. Para peraih podium tertinggi tersebut adalah:
- Nadia Fauziah (SMKN 1 Kotaanyar) – Juara 1 Kategori Junior Sanda Kelas 56 Kg Putri.
- Moh. Habibi (MAN 2 Probolinggo) – Juara 1 Kategori Junior Sanda Kelas 65 Kg Putra.
- Ahmad Khoirul Febrianto (MAN 2 Probolinggo) – Juara 1 Kategori Senior Sanda Kelas 65 Kg Putra.
- Muhammad Alvin Zahid (SMPN 1 Sumberasih) – Juara 1 Kategori Pra-Junior Sanda Kelas 45 Kg Putra.
Sementara itu, enam medali perak sukses disumbangkan oleh Keyvila Nanda Suprayitno, Aris Ernaldi Putra, Muhammad Alfian, Daffa Rizqy Abdullah, dan Ainur Rohma. Adapun satu medali perunggu berhasil diraih oleh Muhammad Ikrom, siswa SMK Zainul Huda Bani Rancang, Kecamatan Sumberasih, yang turun di kategori junior sanda kelas 42 kilogram.
Kisah Inspiratif Nadia Fauziah: Terbatas Ekonomi, Kaya Prestasi
Di balik raihan medali emas tersebut, terselip kisah perjuangan menyentuh hati dari Nadia Fauziah. Siswi kelas XII AKL 1 SMKN 1 Kotaanyar yang berlaga di kelas 56 kg putri ini harus berjuang keras di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Remaja asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar ini tumbuh tanpa sosok seorang ayah yang telah meninggal dunia. Demi menyokong kebutuhan keluarga, sang ibu terpaksa bekerja mencari nafkah di luar pulau. Di tengah kesibukan menjalani tugas magang di Kantor Kecamatan Kotaanyar, Nadia tetap disiplin membagi waktu antara pendidikan dan porsi latihan wushu yang menguras fisik.
Ketua Pengkab Wushu Probolinggo, Muhammad Iqbal Maulana, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para atlet, secara khusus menyoroti ketangguhan mental Nadia Fauziah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian atlet Wushu Kabupaten Probolinggo. Prestasi ini merupakan hasil dari perjuangan dan kerja keras para atlet dalam mengikuti kejuaraan tingkat nasional,” ujar Iqbal pada Minggu (18/10/2026).
Iqbal menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya diukur dari jumlah medali semata, tetapi juga dari proses latihan, kedisiplinan, keberanian, dan pengalaman bertanding yang diperoleh di gelanggang nasional. Ia berharap perjuangan Nadia dapat mengetuk perhatian publik dan pemerintah daerah agar mendapat dukungan yang lebih memadai.
Modal Penting Penguatan Pembinaan Atlet Daerah
Hasil manis di Kota Kediri ini menjadi modal berharga bagi Pengkab Wushu Probolinggo dalam menyusun program pembinaan jangka panjang. Sinergi antara pihak sekolah, pelatih, keluarga, dan pemangku kepentingan olahraga diharapkan terus diperkuat agar regenerasi atlet beladiri di Jawa Timur tetap berjalan berkelanjutan.
“Kami ingin prestasi ini menjadi penyemangat bagi generasi muda lainnya untuk mengenal dan menekuni olahraga wushu. Dengan latihan yang konsisten, pembinaan yang baik, serta dukungan bersama, kami optimistis atlet-atlet daerah dapat terus berkembang dan berprestasi di level yang lebih tinggi,” pungkas Iqbal.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post