Fokus Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Tetangga: Pemkot Probolinggo Dorong Penguatan Kapasitas SDM Penyelamat
Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam terus menjadi perhatian serius di wilayah Jawa Timur, termasuk kawasan tapal kuda yang berbatasan langsung dengan dinamisnya wilayah Jawa Timur bagian tengah dan selatan. Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan bahwa kelengkapan peralatan evakuasi mutlak harus diimbangi dengan kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan tindakan penyelamatan secara cepat dan tepat.
Pesan krusial tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, saat memimpin Apel Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang dipusatkan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Mayangan. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Sinergi Pentahelix Menuju Ketangguhan Kota Probolinggo Bersolek” ini melibatkan sedikitnya 116 peserta yang terdiri dari unsur Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) serta pengurus FPRB setempat.
Waspadai Ancaman Gempa Hingga Erupsi Gunung Berapi
Dalam arahannya, dr. Aminuddin mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat dan relawan tidak boleh lengah, meskipun catatan sejarah menunjukkan risiko bencana di kawasan Kota Probolinggo tergolong relatif minim dibanding daerah lain di Jawa Timur. Menurutnya, potensi bencana geologi maupun meteorologi seperti angin kencang, gempa bumi, hingga dampak letusan gunung berapi tetap membutuhkan langkah antisipasi yang terukur sejak dini.
“Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh keberadaan peralatan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam melakukan tindakan penyelamatan secara tepat dan cepat,” tegas dr. Aminuddin di hadapan jajaran relawan dan pejabat terkait.
Ia menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini (early warning system), respons darurat yang terintegrasi, edukasi keselamatan publik, serta simulasi latihan penyelamatan yang digelar secara berkelanjutan. Ia berharap agenda Jambore FPRB tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial sem semata, melainkan menjadi wadah nyata untuk mengasah keterampilan teknis peserta dan memperkuat koordinasi lintas sektor saat situasi darurat terjadi.
Sinergi Pentahelix dan Pelatihan Alat Penyelamat Modern
Langkah penguatan kapasitas ini turut mendapat dukungan penuh dari sektor swasta. Momen apel jambore tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) dan FPRB Kota Probolinggo mengenai Program Pengurangan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Berbasis Komunitas (PRBBK).
Ketua Panitia Kegiatan, Syaifudin Zuhri, menjelaskan bahwa perhelatan ini menjadi sarana strategis untuk merekatkan kolaborasi unsur Pentahelix—yang mencakup pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media—demi membentuk ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta dibekali pengenalan dan pengoperasian berbagai peralatan penyelamatan modern. Peralatan yang disimulasikan meliputi mesin pemotong beton dan kayu, perlengkapan vertical rescue, peralatan water rescue, perangkat Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk evakuasi di ruang terbatas dan beracun, perahu karet, hingga ragam kendaraan operasional lapangan. Selain itu, tim ahli dari PT POMI juga menggelar praktik peragaan langsung aksi penyelamatan (rescue) di kawasan wisata Kum-kum.
Agenda kesiapsiagaan ini turut disaksikan oleh perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, jajaran perangkat daerah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), unsur TNI AL, Kodim 0820, Polres Probolinggo Kota, para camat, lurah, hingga civitas akademika.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post