BEIJING — Inovasi teknologi tinggi kini menjelma menjadi daya tarik baru bagi wisatawan internasional yang berkunjung ke China. Kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi memberi warna baru bagi sektor pariwisata Negeri Tirai Bambu, melengkapi daya pikat klasik seperti panda dan Tembok Besar.
Para pelaku industri pariwisata global mengungkapkan bahwa meskipun sejarah kaya, budaya semarak, dan bentang alam beragam tetap menjadi magnet utama, integrasi teknologi canggih dalam kehidupan sehari-hari memberikan pengalaman menjelajah yang unik dan futuristik bagi para pelancong.
Pengalaman Wisata Berbasis Teknologi Canggih
Berbagai daya tarik berbasis teknologi mulai diminati wisatawan mancanegara. Mulai dari pengalaman mendaki Tembok Besar Mutianyu menggunakan bantuan eksoskeleton robotik, menikmati layanan pesan antar kopi menggunakan drone, hingga kemudahan mengisi daya ponsel secara nirkabel di halte bus umum.
Lutti Colautto, CEO perusahaan pemasaran asal Brasil, Lampada.ag, membagikan kesannya usai mengunjungi kota Guangzhou, Liuzhou, dan Shanghai. Ia mengaku sangat terpukau oleh pencapaian China di bidang kendaraan listrik, kecerdasan buatan (AI), robotika, dan model ritel modern.
“Pengalaman berada di sana mengubah cara pandang saya terhadap inovasi, teknologi, dan bisnis. Rasanya seperti melangkah ke masa depan,” ujar Colautto. Menurutnya, China bukan lagi sekadar destinasi wisata untuk bersantai, melainkan tempat penting untuk mempelajari perkembangan teknologi dan memperluas wawasan bisnis.
Edukasi Bisnis dan Tren Wisata Keluarga
Kesan mendalam terhadap pesatnya sektor manufaktur dan industri teknologi tinggi juga disampaikan oleh Varun Doshi, pendiri agen perjalanan Yatriseva asal Kanada. Ia mencatat adanya perubahan tren kunjungan dari para kliennya yang berasal dari Kanada dan India.
Jika sebelumnya para pelaku bisnis mengunjungi China murni untuk urusan komersial seperti industri permesinan dan furnitur, kini mereka mulai memboyong keluarga. Para wisatawan ini ingin mengajak keluarga melihat langsung kemajuan teknologi China, sekaligus menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat lokal.
Dampak Media Sosial dan Generasi Muda
Sementara itu, agen perjalanan asal Prancis dari operator tur Jade Dragon DMC, Antoine Herblot, menilai bahwa platform media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Rednote berperan besar dalam membentuk citra baru China. Platform tersebut tidak hanya memamerkan objek wisata alam, tetapi juga gaya hidup modern dan kecanggihan teknologi yang ada.
Herblot menambahkan bahwa minat generasi muda dunia untuk mengunjungi China terus meningkat, seiring dengan berbagai kebijakan pemerintah setempat yang semakin terbuka bagi wisatawan internasional.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post