ADEN — Situasi keamanan di Yaman kembali memanas setelah lima rudal menghantam kompleks Istana Kepresidenan Al-Ma’ashiq di Distrik Crater, Aden, Yaman selatan. Serangan yang menargetkan pusat pemerintahan dukungan koalisi Arab Saudi tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 16 lainnya.
Ledakan Guncang Kota Aden
Seorang pejabat keamanan setempat mengungkapkan bahwa kelompok Houthi disinyalir kuat menjadi pihak di balik serangan rudal tersebut. Ledakan dahsyat yang dihasilkan tidak hanya memicu kepulan asap pekat di sekitar area istana, tetapi juga menggetarkan pemukiman warga di kawasan Distrik Crater.
Istana Al-Ma’ashiq merupakan lokasi strategis yang menjadi markas operasional bagi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, setelah mereka terdepak dari ibu kota Sanaa.
Peringatan Houthi Terhadap Penerbangan Internasional
Di saat yang bersamaan, kelompok Houthi melayangkan peringatan terbuka kepada maskapai penerbangan internasional. Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan bahwa seluruh wilayah udara dan bandara di Arab Saudi kini dalam status tidak aman untuk dilintasi.
Meski demikian, pihak Houthi menegaskan bahwa imbauan bahaya tersebut tidak berlaku untuk wilayah udara di atas dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah.
Bantahan dan Escalasi Konflik
Terkait tuduhan yang dilontarkan pihak Arab Saudi mengenai adanya serangan yang mengarah ke Kota Madinah, Yahya Sarea secara tegas membantah keterlibatan kelompoknya dalam insiden tersebut pada hari yang sama.
Saling klaim dan serangan balasan ini menandai peningkatan eskalasi ketegangan antara kelompok Houthi dan koalisi Arab Saudi. Konflik berkepanjangan yang melanda Yaman sejak akhir 2014 ini terus memburuk sejak Houthi menguasai Sanaa dan wilayah utara, yang memaksa pemerintah resmi memindahkan pusat aktivitasnya ke kota pelabuhan Aden.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post