Aktivitas Seismik Jawa Timur Meningkat, 129 Gempa Terjadi Sepekan
Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terus menunjukkan aktivitas kegempaan yang dinamis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 129 kejadian gempa bumi telah mengguncang kawasan ini dalam kurun waktu satu pekan, tepatnya pada periode 9 hingga 15 Oktober 2026. Rangkaian getaran tersebut memiliki spektrum kekuatan bervariasi, dengan magnitudo terbesar mencatatkan angka 4,84 dan terkecil di skala 1,2.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Riko Kardoso, mengonfirmasi bahwa berdasarkan kedalaman pusat gempanya (hiposenter), mayoritas peristiwa yang terjadi tergolong dalam kategori gempa bumi dangkal. Fenomena ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi masyarakat di kawasan pesisir selatan Jawa Timur termasuk wilayah Malang Raya.
“Berdasarkan kedalaman pusat gempa, sebanyak 96 kejadian merupakan gempa dangkal dan 33 kejadian lainnya merupakan gempa menengah. Selama periode itu, tidak tercatat adanya gempa bumi dalam,” terang Riko Kardoso saat memberikan keterangan resminya pada Sabtu (17/10/2026).
Puncak Frekuensi Gempa dan Faktor Pemicu Utama
Berdasarkan analisis histori data harian BMKG, intensitas guncangan tertinggi terjadi pada pembuka periode, yakni 9 Oktober 2026 dengan total 30 kejadian gempa dalam sehari. Frekuensi aktivitas seismik tersebut perlahan melandai hingga mencapai titik terendah pada 14 Oktober 2026 yang hanya mencatatkan 7 kejadian.
Menjelaskan latar belakang geologis di balik tingginya frekuensi guncangan ini, Riko membeberkan bahwa posisi geografis Jawa Timur memang berada di area tektonik yang sangat aktif. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika interaksi lempeng tektonik skala besar serta pergerakan struktur sesar lokal.
“Aktivitas gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya dipengaruhi oleh pergerakan zona subduksi akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, serta dipicu oleh aktivitas patahan atau sesar lokal yang membentang di wilayah daratan maupun perairan,” paparnya.
Guncangan Terasa dan Imbauan Mitigasi Warga Malang Raya
Tidak hanya berupa getaran mikro yang tercatat oleh seismograf, sebagian dari rangkaian gempa tersebut juga nyata dirasakan oleh masyarakat. BMKG mencatat terdapat sedikitnya lima kejadian gempa bumi yang dirasakan (felt earthquake) oleh warga sepanjang bulan Oktober 2026 hingga periode pelaporan data ini diterbitkan.
“Data ini menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan masih terus berlangsung aktif di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya,” tambah Riko menegaskan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan.
Menanggapi catatan kegempaan ini, pihak BMKG mengimbau warga Malang Raya dan sekitarnya untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan mandiri. Masyarakat diminta untuk memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing, memastikan struktur bangunan aman, serta selalu memilah informasi dengan hanya memantau saluran kanal komunikasi resmi BMKG guna menghindari kabar bohong (hoaks) seputar potensi bencana.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post