Merayakan Kebebasan Independen, Jebung Sajikan Formula Penuh Rasa dalam Album Perdana ‘SEDEP’
Langkah ekstrem sering kali menjadi pemicu lahirnya mahakarya terbaik dalam industri musik. Keputusan Jebung untuk melangkah keluar dari naungan label besar dan memeluk jalur independen terbukti menjadi keputusan yang sangat jitu. Penyanyi sekaligus penulis lagu bernapas segar ini resmi melepaskan album studio perdananya yang diberi tajuk SEDEP. Sebuah karya penuh determinasi yang merangkum 12 trek intuitif tentang potret pendewasaan, kekecewaan, hingga rekonsiliasi dengan diri sendiri.
Lepas dari keterikatan korporat memberi Jebung kedaulatan penuh atas visi artistiknya. Ia tidak lagi terbebani oleh formula pasar yang sering kali menuntut keseragaman. Hasilnya, SEDEP hadir sebagai sebuah kanvas sonic yang sangat personal. Di dalamnya, ia membedah dinamika hubungan asmara, friksi keluarga, dinamika karier yang pasang surut, meluapkan kemarahan, hingga akhirnya tiba pada fase penerimaan diri yang utuh.
Eksplorasi Lintas Genre Tanpa Sekat
Sesuai dengan judul yang diusungnya, SEDEP menawarkan cita rasa musik yang kaya dan berlapis. Jebung enggan mengurung kreativitasnya dalam satu kotak genre yang kaku. Pendengar dipandu mengarungi lekuk-lekuk R&B yang mulus, letupan beat hip-hop yang bertenaga, hooks pop yang adaptif, hingga sentuhan eksperimental yang mengikuti dinamika emosi dalam setiap treknya.
Kemerdekaan mengekspresikan bunyi ini diakui Jebung sebagai cerminan jujur dari kondisi psikologisnya. “Kepalaku banyak isi bunyinya. Datang dengan emosi yang berbeda tiap hari. Kalau dikotakkan ke satu genre, aku rasa aku malah membohongi perasaanku sendiri,” ungkapnya lugas mengenai dinamika eksplorasi musikalitasnya.
Pemilihan kata SEDEP pun bukan sekadar gimmick linguistik. Bagi musisi muda ini, kata tersebut merupakan penanda universal yang sanggup mewakili siklus kehidupan yang berkecamuk dalam beberapa tahun terakhir. “Dalam dua tahun terakhir banyak yang terjadi di kehidupan personal dan karier aku. Kalau mau diceritain satu-satu susah banget. Satu-satunya kata yang bisa mendeskripsikan susah, senang, naik, dan turunnya, cuma SEDEP,” jelasnya.
Evolusi Musikal dari Keriuhan ‘METRO’ hingga Kolaborasi Viral
Jika ditarik garis lurus, SEDEP merupakan kepingan puzzle lanjutan dari pendewasaan bermusik Jebung. Sebelumnya, ia telah mencuri perhatian lewat mini album (EP) METRO pada 2023 yang kental dengan nuansa nostalgia era 2000-an dan romansa riuk-pikuk kehidupan Jakarta. Di album full-length pertamanya ini, nomor-nomor yang sempat dirilis sebagai amunisi awal seperti “ORI”, “Kasian Ketahuan”, dan tembang eksplosif “DUNGDAT” terbukti berhasil menyusun narasi utuh tentang perjalanan spiritual dan emosional sang artis.
Karakter bermusik yang luwes dan vokal yang adaptable ini juga sempat terbukti lewat kolaborasinya bersama girl group no na dalam trek “rollerblade remix” pertengahan tahun ini. Proyek yang bermula dari fenomena open verse yang viral di media sosial tersebut mempertegas posisi Jebung sebagai salah satu aset pop urban paling potensial saat ini.
Lewat SEDEP, Jebung berhasil membuktikan bahwa kebebasan berkarya tanpa kompromi mampu melahirkan karya musik yang kaya warna, tajam secara lirik, dan tentunya sangat nikmat untuk dinikmati dari awal hingga akhir.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post