Kementerian Investasi Imbau Investor Pemberdayaan Pengusaha Lokal Demi Keberlanjutan Bisnis
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM meminta para investor untuk melibatkannya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok bisnis mereka. Langkah strategis ini dinilai tidak hanya mampu mendongkrak perekonomian daerah, tetapi juga menjamin keamanan serta keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, menegaskan bahwa keberadaan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah operasional pabrik atau industri harus dipandang sebagai bagian integral dari rantai bisnis penunjang.
Menggerakkan Rantai Pasok dan Ekonomi Daerah
Saribua Siahaan mencontohkan, fasilitas produksi atau perusahaan yang menampung ratusan hingga ribuan tenaga kerja semestinya dapat membagi porsi kebutuhan operasional harian kepada pengusaha di wilayah setempat. Kebutuhan dasar seperti penyediaan katering harian hingga pengadaan seragam karyawan menjadi peluang besar yang dapat diserap oleh pelaku usaha lokal.
“Contohnya, jika ada investasi di daerah dengan jumlah tenaga kerja mencapai 500 hingga 1.000 karyawan, pengadaan katering tidak perlu lagi mendatangkan vendor dari luar daerah atau Jakarta. Manfaatkanlah pengusaha lokal agar roda perekonomian mereka ikut bergerak,” ujar Saribua Siahaan di Jakarta.
Hal serupa juga berlaku untuk sektor konveksi dan penyediaan fasilitas penunjang lainnya, seperti asrama pekerja. Menurutnya, mengalokasikan pekerjaan pendukung kepada potensi lokal akan memicu dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, sehingga dampak positif dari masuknya investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Jaminan Keamanan dan Keberlanjutan Investasi
Lebih dari sekadar pemenuhan rantai pasok, kementerian menekankan bahwa kolaborasi erat dengan warga lokal merupakan investasi sosial yang krusial. Ketika masyarakat setempat menggantungkan mata pencaharian dan sumber penghidupan dari keberadaan industri tersebut, secara alami mereka akan berpartisipasi menjaga kondusivitas wilayah operasional perusahaan.
“Jika kesejahteraan masyarakat di sekitar pabrik terangkat, bisnis perusahaan tentu akan terus berkembang. Masyarakat sendiri yang nantinya akan menjaga dan melindungi keberlangsungan usaha tersebut karena dampaknya terasa nyata bagi mereka,” tambah Saribua Siahaan.
Pemerintah memahami betul bahwa para investor membutuhkan kepastian hukum, efisiensi operasional, dan tingkat profitabilitas yang terukur. Namun, faktor stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat lokal menjadi penentu utama keberlanjutan investasi dalam jangka panjang. Karena itu, skema kemitraan inklusif antara investor asing maupun domestik dengan pengusaha lokal terus didorong menjadi standar baru iklim investasi di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post