SONGKHLA — Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla menggelar Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Songkhla, Thailand, pada Rabu (16/9/2026). Mengusung tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, perhelatan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus mempromosikan kekayaan seni budaya dan kuliner Nusantara di wilayah selatan Thailand.
Acara penuh kehangatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Songkhla, Rattasart Chidchoo, sebagai tamu kehormatan. Turut hadir pula deretan perwakilan instansi pemerintah, kalangan akademisi, hingga pelaku usaha yang berasal dari 14 provinsi di bawah wilayah kerja KRI Songkhla.
Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand
Konsul RI Songkhla, Winardi H. Lucky, menegaskan pentingnya mentransformasi hubungan bilateral yang kini telah berstatus Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) menjadi dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua belah pihak.
“Bagaimana kerja sama tersebut dikonversi sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua masyarakat, khususnya di wilayah selatan Thailand dan kawasan Indonesia,” ujar Winardi dalam pidatonyo.
Ia menekankan bahwa penguatan kemitraan tidak boleh hanya berfokus pada hubungan antarpemerintah (government-to-government), melainkan harus diperluas melalui hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
Langkah diplomasi ini sejalan dengan kesepakatan tingkat tinggi antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul. Kedua pemimpin negara tersebut telah menandatangani Roadmap on Strategic Partnership between Thailand and Indonesia 2026–2030 pada Agustus 2026 lalu. Peta jalan tersebut mencakup berbagai sektor vital, mulai dari politik, keamanan, perdagangan, investasi, ketahanan pangan dan energi, hingga pariwisata dan pendidikan.
Semarak Seni Tradisional dan Kuliner Nusantara
Selain fokus pada agenda diplomasi formal, Resepsi Diplomatik ini juga disulap menjadi panggung kebudayaan Indonesia. Para tamu undangan disuguhkan aneka cita rasa khas Nusantara, seperti kelezatan lapis legit dan kerenyahan keripik tempe.
Daya tarik semakin kuat saat berbagai tarian tradisional dibawakan secara memukau di hadapan publik Thailand. Sejumlah tarian daerah seperti Tari Legong Keraton, Tari Piring, pertunjukan Randai, hingga Tari Ratoh Jaroe tampil memikat. Pertunjukan budaya ini dibawakan oleh para alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) bersanding dengan para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Prince of Songkla University.
Kemeriahan malam diplomasi tersebut mencapai puncaknya berkat kolaborasi pertunjukan musik dari Orchestra of Mahavachiravut School-Songkhla serta tarian Poco-poco yang mengajak seluruh tamu undangan untuk menari bersama.
Melalui momentum perayaan kemerdekaan ini, Winardi berharap jalinan kerja sama antara Indonesia dan Thailand terus berkembang harmonis dan berkelanjutan.
“Kami berharap semangat ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ dapat berjalan seiring dengan semangat kemitraan strategis Indonesia-Thailand: membangun hubungan yang semakin kuat, saling menghormati, dan memberikan manfaat yang nyata bagi kedua bangsa,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post