Sensasi Olfaktori di Tengah Gemuruh Panggung Festival
Pengalaman menikmati festival musik kini tak lagi sebatas memanjakan telinga dan mata. Memasuki era baru selebrasi budaya pop, keterlibatan indra penciuman mulai menjadi dimensi baru yang mengikat memori kolektif para pencinta musik. Merayakan spirit tersebut, festival helatan Boss Creator, Pestapora 2026, melangkah lebih jauh dengan menggandeng ATSIRI—ekosistem aromatik terkemuka tanah air—untuk meluncurkan produk kolaborasi eksklusif berupa dua varian pocket body mist edisi terbatas.
Mengusung tajuk filosofis “Scent Meets Sound, Body Meets Spirits, Pestapora Meets ATSIRI”, kolaborasi ini dirancang sebagai pelengkap navigasi gaya hidup para penikmat musik yang memadati kawasan Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kehadiran wewangian ini memberikan kesegaran instan di tengah energi penuh keringat dan selebrasi lintas genre yang berlangsung selama tiga hari penuh.
Interpretasi Buah dalam Bentuk Aroma: BUMI dan BUGAR
Uniknya, eksplorasi aromatik ini tidak berdiri sendiri, melainkan berakar kuat pada identitas visual ikonik Pestapora yang identik dengan elemen buah-buahan. Eksperimentasi ini melahirkan dua karakter wewangian yang kontras namun saling melengkapi: BUMI dan BUGAR.
Varian BUMI, yang merupakan akronim dari Buah Manis, meracik komposisi aroma pir, stroberi, dan aprikot. Hasilnya adalah nuansa wewangian yang manis, hangat, serta memberikan impresi akrab—cocok bagi mereka yang ingin menikmati set musik dengan nuansa santai dan intim. Di sisi lain, varian BUGAR (Buah Segar) hadir membawa karakter citrus yang energetik lewat perpaduan serai, bergamot, dan lemon. Karakter aromanya yang ringan dan mengelevasi semangat menjadi amunisi pas untuk menjaga kesegaran tubuh di tengah riuhnya moshpit atau maraton berpindah dari satu panggung ke panggung lainnya.
Merayakan Gaya Hidup Festival yang Holistik
Produk kolaborasi ini dijangkau dengan harga yang relatif ramah kantong, yakni Rp55.000 per botol. Selain bisa didapatkan secara daring melalui kanal resmi ATSIRI, pengunjung festival juga dapat mengamankannya secara langsung di booth kolaborasi maupun lewat tim penjualan keliling yang menyisir area arena pertunjukan. Bagi pencinta barang koleksi, tersedia pula paket spesial seharga Rp200.000 yang menyertakan dua botol body mist beserta bandana kurasi khusus hasil kolaborasi GBU dan INK Madya yang hadir dalam empat desain kolektibel.
Langkah kolaboratif ini menegaskan bagaimana kancah festival lokal terus berevolusi. ATSIRI, yang memiliki rekam jejak sejarah berharga sejak restorasi pabrik minyak atsiri bersejarah tahun 1963 di Tawangmangu, Karanganyar, berhasil menyuntikkan nilai kebudayaan aromatik lokal ke dalam lanskap musik modern. Pada akhirnya, pertunjukan musik bukan lagi sekadar soal siapa yang tampil di atas panggung, melainkan bagaimana seluruh pengalaman sensorik menyatu menjadi memori yang tak terlupakan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post