Denyut R&B dan Entakan Disko Tanah dari Maluku
Lanskap musik Indonesia kembali diwarnai oleh dentum segar dari kawasan timur Nusantara. Trio vokal asal Maluku, Mungare, resmi meluncurkan amunisi terbaru mereka bertajuk “GAS”. Rilisan ini menjadi taji kedua bagi mereka dalam menyusun lantai dansa menuju album perdana yang ditargetkan mendarat pada 2027 mendatang.
Dihuni oleh eksplorasi vokal yang solid dari Jelvan Tahamata, Mozes Tetelepta, dan Jesschris Kolelsy, trio ini terus mengukuhkan identitas kultural mereka. Mengambil nama dari ungkapan Melayu Maluku yang merujuk pada pemuda atau generasi muda pria Maluku, Mungare berhasil mengawinkan akar tradisi dengan kemasan R&B dan soul yang sangat modern.
Sensualitas Roman Sophisticated Berbalut Pesta Rakyat
Secara tekstual, “GAS” membawa narasi romansa yang terbilang unik dan hangat. Lagu ini memotret sudut pandang seorang pria Maluku saat menyatakan rasa tertarik kepada perempuan pujaannya. Alih-alih terkesan agresif, gestur kekaguman yang selama ini terpendam dari kejauhan disampaikan dengan pendekatan yang penuh kesopanan dan keanggunan budaya.
Namun, sihir utama lagu ini terletak pada lanskap musikalnya. Harmoni vokal khas R&B yang mulus dileburkan secara apik dengan energi disko tanah—sebuah tradisi pesta malam dan ruang berkumpul komunal yang sangat ikonik di wilayah Indonesia Timur. Hasilnya adalah sebuah trek yang tidak hanya nyaman didengar di telinga, tetapi juga memaksa tubuh untuk bergoyang mengikuti irama.
Kolaborasi Lintas Wilayah dan Cetak Biru Album Perdana
Untuk menyempurnakan atmosfer perayaan tersebut, Mungare menggaet dua amunisi penting dari Indonesia Timur: penyanyi Gideon Beffers serta rapper potensial asal Papua, GunZ. Kursi produser kembali dipercayakan kepada Farrel Hilal, sosok di balik dinginnya produksi singel debut mereka sebelumnya, “POLO”. Sentuhan Farrel sukses mempertegas dinamika disko tanpa kehilangan nyawa R&B yang menjadi fondasi utama Mungare.
Langkah trio ini terbilang cukup presisi dalam membangun reputasi. Setelah sempat berkolaborasi dengan Adinda Shalahita dalam trek “Cara Terbaik” dan melepas visualisasi “POLO” pada pertengahan tahun, rilisnya video musik “GAS” di kanal digital menjadi penanda fase baru perjalanan mereka. Tanpa mengulur waktu, Mungare juga sudah menyiapkan materi susulan bertajuk “Beta yang Salah” serta merancang rangkaian penampil sesi live showcase sebagai pemanasan menuju panggung yang lebih besar.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post