Nostalgia Era Emas Pop Melankolis
Bagi penikmat musik Indonesia era 2000-an, deretan nada pembuka dari trek legendaris milik band pop asal Malang, Flanella, pasti sudah di luar kepala. Rilis pertama kali pada tahun 2005 dalam album Berjuta Rasa, tembang bertajuk “Aku Bisa” berhasil menjadi lagu kebangsaan bagi siapa saja yang tengah berjuang untuk bangkit dari remuknya rasa patah hati.
Kini, belasan tahun berselang, anthem ikonis ciptaan Krisnandar Efendi tersebut mendapatkan nafas baru. Lewat sentuhan warna vokal yang khas dan emosional, solois pop tanah air, Mahen, resmi menghadirkan ulang tembang kenangan ini di bawah bendera label Indo Semar Records.
Interpretasi Modern Tanpa Menghilangkan Jiwa Klasiknya
Membawakan kembali sebuah lagu yang sudah terpatri kuat di benak kolektif publik bukanlah perkara mudah. Namun, Mahen bersama produser Tito P. Soenardi berhasil mengeksekusi versi baru “Aku Bisa” dengan pendekatan yang segar sekaligus berkelas. Tanpa harus merombak fondasi aransemen dasarnya, versi teranyar ini dibalut dengan tata produksi musik yang lebih modern, bersih, dan megah.
Di bawah bimbingan Ayoe Purnamasari sebagai pengarah vokal, karakter vokal Mahen yang renyah dan penuh penghayatan menjadi senjata utama. Ia berhasil menyalurkan porsi ketegaran dan kerapuhan secara seimbang—sebuah esensi utama dari narasi lagu yang bercerita tentang proses merawat luka lalu melangkah pergi dengan kepala tegak.
Sinergi Tematis yang Pas bagi Sang Solois
Langkah Mahen merilis ulang “Aku Bisa” terasa sangat natural jika kita melihat rekam jejak musikalitasnya. Sejak menghentakkan industri musik lewat singel fenomenal “Pura-Pura Lupa” pada 2019, hingga merilis album penuh Sebuah Cerita di tahun 2021, Mahen memang telah mengukuhkan dirinya sebagai narator ulung untuk urusan cinta, kehilangan, dan perpisahan.
Jembatan nostalgia antara kancah pop Malang era 2000-an dan warna pop balada masa kini yang diusung Mahen membuktikan bahwa karya yang berkualitas tidak pernah lekang oleh waktu. Dengar versi terbarunya di platform musik digital kesayangan Anda, dan bersiaplah untuk kembali bernostalgia dengan rasa yang berbeda.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post