Dunia haute horlogerie dan gaya hidup mewah kembali diguncang oleh kebangkitan fantastis pasar jam tangan sekunder. Di tengah pencarian para kolektor atas mahakarya yang memadukan keahlian presisi dan nilai estetika tinggi, nama F.P. Journe tampil sebagai bintang utama. Rumah pembuat jam independen asal Swiss ini mencatatkan rekor nilai lelang yang melonjak hingga hampir lima kali lipat dibandingkan empat tahun lalu, sekaligus menegaskan posisinya sebagai simbol status dan investasi paling berharga di era modern.
Fenomena F.P. Journe dan Rekor Fantastis di Panggung Lelang
Berdasarkan data terbaru dari platform analisis horologi Subdial, rata-rata harga lelang untuk karya-karya ciptaan Montres Journe SA melesat tajam dari USD 161.100 (sekitar Rp2,5 miliar) menjadi USD 791,400 (sekitar Rp12,4 miliar). Salah satu pencapaian paling spektakuler dicetak oleh seri Chronomètre à Résonance “Souscription, No. 007” yang terjual senilai USD 13,92 juta (sekitar Rp218 miliar) dalam lelang Phillips di New York pada Juni lalu—sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah merek tersebut yang diraih hanya dalam pertarungan penawaran sengit selama sembilan menit.
Antusiasme luar biasa ini bukan sekadar tren sesaat. Alexander Nussbacher, Head of Data di Subdial, mengungkapkan bahwa daya pikat produsen jam tangan independen terus mengalami puncaknya. F.P. Journe telah menjadi kiblat utama yang memimpin daya tarik horologi independen di mata para penikmat kemewahan global.
Kebangkitan Pasar Jam Sekunder dan Pesona Pembuat Jam Independen
Lonjakan harga koleksi ini mencerminkan koreksi positif serta pemulihan yang kuat pada pasar sekunder jam tangan mewah pasca-pandemi. Indeks industri mencatatkan pertumbuhan performa terbaiknya sejak tahun 2022. Laporan data EveryWatch juga menunjukkan bahwa penjualan jam tangan dari produsen independen di pasar sekunder tumbuh pesat hingga 89% pada paruh pertama tahun ini. Selain F.P. Journe, nama-nama terkemuka lain seperti Rexhep Rexhepi dan Richard Mille turut menikmati gelombang popularitas yang serupa.
Keseimbangan Antara Kelangkaan dan Kemewahan Hakiki
Didirikan oleh master horologi asal Prancis, François-Paul Journe, merek ini merilis koleksi perdana pada tahun 1999. Rahasia keberhasilannya terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan antara asas kelangkaan eksklusif tanpa membuat produknya mustahil untuk didapatkan. Pendekatan ini memberi ruang bagi kolektor sejati untuk tetap berburu karya yang mereka impikan.
Meski tidak memublikasikan laporan keuangan secara terbuka, estimasi dari Morgan Stanley dan LuxeConsult menyebutkan bahwa pendapatan tahunan rumah mode horologi ini mencapai sekitar 105 juta Franc Swiss (sekitar Rp1,9 triliun). Didukung oleh kepemilikan saham dari rumah mode mewah global, Chanel, Montres Journe dinilai berhasil memadukan keahlian kriya tingkat tinggi, ekuitas merek yang kuat, serta eksistensi bisnis yang solid.
Langkah ekspansinya semakin mantap setelah baru-baru ini mengakuisisi 95% saham merek jam Swiss, Ebel, dari Movado Group senilai USD 65 juta. Merek tersebut kini berada di bawah kepemimpinan Pierre Jacques, mantan CEO De Bethune.
Incaran Kolektor dan Prediksi Merek Favorit Masa Depan
Di antara berbagai varian, jam tangan F.P. Journe berilusi gerakan kuningan (brass movement) rilisan awal menjadi perburuan paling langka. Pada lelang mendatang, seri ultra-langka Tourbillon Souverain generasi kedua—yang hanya diproduksi 16 unit di dunia—serta edisi unik pink-gold “Pre-Souscription” Résonance diprediksi akan menembus harga antara USD 600.000 hingga USD 1,2 juta.
Seiring meningkatnya standar kurasi para kolektor, perhatian pasar kini mulai bergeser mencari talenta independen berikutnya. Merek seperti Berneron, yang didirikan pada 2022 oleh Sylvain Berneron—alumni bertangan dingin dari Breitling dan Richemont—diprediksi menjadi kandidat kuat yang siap mengikuti jejak kejayaan F.P. Journe dalam panggung gaya hidup dan horologi mewah dunia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post