JAKARTA — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menerima kunjungan resmi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pada Senin (19/10/2026). Pertemuan bilateral yang dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir ini menghasilkan penegasan kembali komitmen bersama dalam menjaga stabilitas perdamaian dunia serta memperkuat kerja sama multilateralisme, khususnya bagi kepentingan negara-negara berkembang (Global South).
Memperkuat Akar Diplomasi dan Multilateralisme
Dalam pertemuan penting tersebut, Menlu Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan PBB memiliki akar sejarah yang deeply rooted. Ia menyoroti nilai historis Gedung Pancasila sebagai tempat Presiden Soekarno pertama kali mencetuskan Pancasila pada 1 Juni 1945, yang lahir pada tahun yang sama dengan berdirinya PBB.
Menurut Arrmanatha, kedua entitas ini disatukan oleh visi moral yang sama, yakni mewujudkan tata dunia yang berlandaskan perdamaian, kebebasan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengendurkan perannya di panggung diplomasi global.
“Bagi Indonesia, multilateralisme bukan sekadar memiliki kursi di meja perundingan. Ini tentang apa yang bisa kita kontribusikan, dan kita tidak akan melambat,” ujar diplomat senior yang akrab disapa Tata tersebut.
Apresiasi PBB untuk Konsistensi Indonesia
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres membuka pidatonya dengan hangat menggunakan bahasa Indonesia. Dalam pemaparannya, Guterres menyampaikan apresiasi tinggi atas peran aktif dan konsistensi Indonesia dalam mengawal isu-isu perdamaian global serta menjadi jembatan diplomasi antarbangsa.
Guterres secara khusus menyoroti kebijakan diplomasi Indonesia selama satu dekade terakhir yang dinilainya secara konsisten terus memberikan dukungan kuat terhadap penguatan sistem multilateral dan kerja sama PBB di berbagai sektor strategis.
Sinergi Tokoh Lintas Generasi Diplomasi
Agenda diplomasi ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi dan tokoh diplomasi nasional. Tampak mendampingi Menlu RI di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno dan Anis Matta, serta jajaran pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri.
Kehadiran dua mantan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa dan Retno Marsudi, makin memperkuat bobot diplomasi acara tersebut. Retno Marsudi kini menjalankan peran strategis di panggung internasional sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air (UN Special Envoy on Water), sekaligus menjadi simbol eratnya kemitraan antara Indonesia dan badan dunia tersebut.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post