Industri sinema tanah air kembali diramaikan oleh kehadiran karya layar lebar bernuansa unik yang memadukan ketegangan dan kelakar. Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya secara resmi membagikan pandangan mendalam mengenai keterlibatannya dalam penggarapan film terbaru berjudul Ghosthing saat ditemui pada rangkaian acara pemutaran perdana (gala premiere) di XXI Senayan City, Jakarta Selatan.
Di bawah naungan rumah produksi Imperial Pictures, sinematografi bergenre horor komedi ini menyoroti krusialnya pemilihan narasi cerita yang kuat, sinergitas tim kreatif yang solid, serta pemahaman mendalam atas pengalaman emosional yang hendak disajikan kepada para penikmat film nasional.
Misi Menggugah Emosi dan Kekuatan Narasi
Keterlibatan Peter Surya Wijaya dalam peta perfilman Indonesia bukanlah hal baru. Rekam jejaknya tercatat dalam sejumlah proyek strategis, seperti film Kromoleo serta Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia. Dalam proyek film Ghosthing, Peter bertindak sebagai eksekutif produser bersama Hartawan Triguna sebagai produser, serta sutradara kenamaan Arie Aziz.
Bagi Peter, daya pikat utama sebuah karya sinematik terletak pada kemampuannya untuk mengikat empati dan emosi penonton secara emosional. Ia menegaskan pentingnya mengawal sebuah cerita yang diyakini memiliki potensi besar agar dapat terealisasi secara optimal hingga siap menyapa publik layar lebar.
“Daya tarik film bagi saya adalah kemampuannya membuat orang ikut merasakan sebuah cerita. Ada yang pulang sambil tertawa, ada yang masih memikirkan tokohnya setelah beberapa hari. Saya ingin ikut membantu cerita yang kami percaya bisa terwujud dan mendapat kesempatan untuk bertemu penontonnya,” ujar Peter.
Dinamika Karakter dan Sintesis Komedi-Horor
Dalam memilah dan memutuskan sebuah proyek film, Peter menetapkan tiga indikator utama yang saling berkaitan, yakni kekuatan premis cerita, segmentasi penonton yang disasar, serta kesiapan tim produksi. Menurutnya, sebuah ide cerita harus mampu dikembangkan secara konsisten agar ketegangan dan daya pikatnya tidak memudar di tengah jalan.
Film Ghosthing sendiri menyajikan alur cerita yang berpusat pada benturan dua karakter kontras: Alfian (diperankan oleh Baskara Mahendra), seorang perias jenazah yang bersahaja, dan Maya (diperankan oleh Yasamin Jasem), sosok arwah penasaran yang semasa hidupnya merupakan seorang influencer populer. Interaksi keduanya menyeret Alfian ke dalam misi membongkar teka-teki kematian Maya di tengah berbagai situasi absurd yang memadukan sensasi mistis dan humor segar.
“Yang menarik dari Ghosthing adalah pertemuan dua karakter dengan dunia dan kepribadian yang sangat berbeda. Ada ruang untuk membuat penonton penasaran, tegang, sekaligus tertawa. Tantangannya adalah menjaga agar penonton ingin terus mengikuti perjalanan mereka sampai akhir,” lanjutnya.
Sinergi Kreatif dan Kepercayaan Antarelemen Produksi
Sebagai figur yang memegang peranan eksekutif, Peter menekankan bahwa dukungan finansial dan operasional harus berjalan seiring dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dinamis tim kreatif di lapangan. Pola komunikasi yang transparan sejak fase pra-produksi dinilai menjadi kunci utama agar visi artistik dapat terwujud secara presisi.
“Bagi saya, mendukung sebuah film juga berarti memberi kepercayaan kepada orang-orang yang mengerjakannya. Produser, sutradara, pemain, dan kru membawa keahlian masing-masing. Perencanaan yang jelas membantu mereka bekerja dan mengembangkan cerita dengan baik,” tegas Peter.
Menjelang penayangan resminya, pihak produser berharap dinamika hubungan unik antara karakter Alfian dan Maya dapat memberikan hiburan yang berkesan bagi masyarakat. Seluruh masukan dan respons penonton nantinya akan dijadikan bahan evaluasi berharga untuk proyek-proyek sinematik Imperial Pictures selanjutnya.
“Kepercayaan penonton dibangun dari film ke film. Setiap karya perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, lalu kami harus mau mendengar responsnya. Pengalaman itulah yang menjadi bekal untuk terus belajar dan menghasilkan karya berikutnya,” pungkas Peter.
Film Ghosthing diproyeksikan bakal menyapa seluruh penikmat bioskop tanah air secara serentak mulai 15 Oktober 2026.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post