KABUPATEN MALANG — Ribuan santri dari seluruh penjuru Nusantara berkumpul di Bumi Arema dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026. Pembukaan ajang bergengsi berskala nasional ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, pada Kamis malam (1/10/2026).
Dalam amanatnya, Menag mendorong agar para santri peserta PPSN VI tidak sekadar menguasai teknis dan keterampilan kepramukaan (scoutcraft). Lebih dari itu, kepramukaan harus dijadikan kawah candradimuka untuk menggembleng karakter, kedisiplinan, serta keteguhan akhlakul karimah.
Pramuka dan Karakter Santri Pembaharu
Di hadapan ribuan peserta, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan sejatinya sangat sejalan dengan ajaran Islam dan keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam hal kedisiplinan, menjaga kebugaran fisik, serta kepedulian sosial yang tinggi.
“Banyak keterampilan yang dipelajari di Pramuka. Kader Pramuka itu harus berakhlakul karimah, itulah karakter Pramuka, itulah karakter santri,” ujar Menag di hadapan ribuan santri yang memadati area pesantren.
Ia optimistis, paduan antara ilmu pesantren dan nilai Dasa Darma Pramuka akan melahirkan generasi muda yang adaptif serta berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di tengah masyarakat.
“Kalau ikut kepramukaan, santri pasti jadi pembaharu,” tegasnya penuh optimisme.
4.500 Santri Se-Indonesia Padati Bululawang
Perhelatan PPSN VI Tahun 2026 ini menyedot antusiasme luar biasa dengan total kehadiran mencapai 4.500 santri dari pelbagai penjuru Tanah Air. Kontingen tuan rumah Jawa Timur mendominasi dengan mengirimkan 3.000 santri, sementara 1.500 peserta sisanya merupakan perwakilan dari 33 provinsi di Indonesia.
Terpilihnya Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo Kabupaten Malang sebagai lokasi perkemahan tingkat nasional ini turut menegaskan posisi Malang Raya sebagai salah satu barometer pusat pendidikan pesantren dan pembinaan generasi muda di Jawa Timur.
Peluncuran Saka Amal Bakti dan Tradisi Kendi Tunas Kelapa
Momen pembukaan PPSN VI berlangsung khidmat dan kolosal. Prosesi ditandai secara simbolis dengan peluncuran Saka Amal Bakti oleh Menteri Agama RI.
Acara puncaknya diwarnai dengan tradisi penyiraman tunas kelapa menggunakan air kendi secara bersama-sama. Prosesi ini dilakukan oleh Menag Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran pejabat Kementerian Agama, serta pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan perkemahan santri se-Indonesia tersebut.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post