Pemberdayaan Perempuan Malang: Dorong Ibu Rumah Tangga Kuasai Pasar Digital
Keterampilan mengelola usaha bagi perempuan di Kota Malang kini tak lagi sebatas ilmu keagamaan atau keahlian domestik semata. Menjawab tantangan era teknologi, Pimpinan Cabang (PC) Wanita Al-Irsyad Kota Malang bergandengan tangan dengan kampus bisnis ternama, STIE Malangkuçeçwara, meluncurkan program penguatan literasi digital dan manajemen usaha bagi para anggotanya.
Langkah nyata transformasi digital sektor UMKM berbasis keluarga ini diwujudkan melalui Pelatihan Digital Marketing bertajuk edukasi kekinian yang digelar di Cafe Lafayette, Kota Malang, pada Jumat (2/10/2026). Program ini dirancang khusus untuk memicu kemandirian ekonomi para ibu rumah tangga di Malang Raya agar mampu menembus pasar yang lebih luas langsung dari kediaman mereka.
Tak Cukup Ilmu Keagamaan, Ibu-Ibu Malang Wajib Melek Teknologi
Ketua PC Wanita Al-Irsyad Kota Malang, Muniroh, menegaskan bahwa edukasi bagi kaum perempuan di era modern harus adaptif dan relevan dengan dinamika zaman. Keterampilan di bidang teknologi informasi, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan krusial yang tidak bisa ditawar lagi.
“Alhamdulillah, kami menyambut positif kegiatan berbagi ilmu pagi ini. Ibu-ibu seperti kita memang perlu ilmu yang kekinian sesuai zaman. Kalau kita belajar ilmu keagamaan itu bagus, cuma kurang lengkap kalau tidak melek informasi terhadap perkembangan teknologi seperti belajar ilmu digital marketing atau IT,” ujar Muniroh di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, penguasaan materi pemasaran digital sangat vital, terutama bagi para ibu rumah tangga di Kota Malang yang tengah merintis maupun mengembangkan usaha mikro dari rumah. Dengan memahami strategi promosi digital, produk-produk lokal buatan rumahan diyakini mampu bersaing dan dikenal secara nasional.
Komitmen Berkelanjutan: Dari Manajemen Keuangan Hingga Melek Pajak
Tingginya kesadaran ekonomi digital di kalangan perempuan Malang terlihat dari melonjaknya jumlah pendaftar pelatihan. Muniroh membeberkan, antusiasme anggota sangat tinggi hingga pihak penyelenggara terpaksa membatasi kapasitas demi menjaga efektivitas proses pembelajaran.
“Yang daftar banyak banget, ternyata ibu-ibu banyak yang tertarik pelatihan seperti ini. Namun, karena keterbatasan tempat, kuota terpaksa kami batasi hanya untuk 60 orang peserta,” tambahnya.
Melihat animo yang luar biasa tersebut, PC Wanita Al-Irsyad Kota Malang berkomitmen menjadikan agenda edukasi ini sebagai program rutin berkelanjutan. Ke depan, materi pembinaan tidak hanya berfokus pada teknik promosi online, tetapi juga mencakup tata kelola manajemen bisnis modern, penyusunan laporan keuangan usaha, hingga pemahaman kewajiban perpajakan.
Sinergi Akademisi dan Komunitas Jawab Kebutuhan Usaha Rumahan
Dari sisi akademis, keterlibatan STIE Malangkuçeçwara menjadi bentuk pengabdian masyarakat yang tepat sasaran. Tim pakar yang dipimpin oleh akademisi senior Prof. Dr. Muslichah, CA., Ak., CSRA dan Rina Irawati, SE., MM., CDM., CMSE, turun langsung memberikan pembekalan taktis bagi para peserta.
Pihak akademisi menilai, maraknya tren Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dirintis dari skala rumah tangga di Malang Raya membutuhkan pendampingan yang konkret dan terstruktur.
“Sekarang banyak ibu-ibu yang mulai membangun usaha dari rumah. Kami menyediakan pelatihan ini karena memang untuk menjawab kebutuhan nyata mereka di lapangan agar mampu bertahan dan berkembang,” ungkap tim akademisi STIE Malangkuçeçwara.
Melalui kolaborasi strategis antara komunitas perempuan dan perguruan tinggi ini, kawasan Malang Raya diharapkan dapat mencetak lebih banyak wirausaha perempuan yang tangguh, mandiri secara finansial, serta mahir memanfaarkan ekosistem digital.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post