Menjelang usia tiga dekade dalam mengarungi lanskap industri musik Tanah Air, grup pop-rock legendaris Element membuktikan bahwa napas kreatif mereka belum habis. Menatap perayaan 28 tahun berkarya, unit yang dibentuk di akhir era 90-an ini resmi merilis single anyar bertajuk “Asa yang Sirna”. Lebih dari sekadar rilis berkala, lagu ini memikul posisi emosional yang kuat: menjadi karya perdana Element pasca-kepergian mendiang sang vokalis, Lucky Widja.
Karya ini menandai langkah awal Element dalam menapaki babak baru. Alih-alih terpuruk dalam duka atau sekadar mengandalkan deretan lagu hits masa lalu, Element memilih menatap masa depan dengan membawa seluruh wawasan musikalitas yang telah mereka pupuk selama puluhan tahun.
Refleksi Musikal Tanpa Terjebak Nostalgia
Di balik penulisan materi anyar ini, Ferdy Tahier bertindak sebagai kreator utama yang meracik komposisi “Asa yang Sirna”. Lagu ini dikemas sebagai sebuah narasi baru yang relevan dengan lanskap musik hari ini, tanpa mengikis identitas sonik yang sudah meluncur bersama nama Element sejak era album-album klasik mereka.
Bagi para personel, memiliki rekam jejak panjang di panggung musik bukanlah alasan untuk jalan di tempat atau terus-menerus menjual romantisme masa lalu. Komitmen untuk terus berevolusi menjadi fondasi utama dalam proses kreatif rilis terbaru ini.
“Kami tidak ingin hanya hidup dari nostalgia. Apa yang sudah kami capai di masa lalu adalah bagian dari perjalanan, tapi kami juga harus terus bergerak. Musik berubah, zaman berubah, dan kami ingin ikut berkembang tanpa kehilangan karakter Element,” ungkap sang drumer, Didi Riyadi.
Transformasi dan Kedewasaan Sebuah Band Legendaris
Bagi band sekelas Element, kedewasaan bermusik tidak hanya diukur dari angka tahun berdiri. Keberanian untuk beradaptasi, melakukan transformasi aransemen, dan merespons pergeseran selera pendengar tanpa kehilangan jiwa asli mereka adalah kunci utama ketahanan karya mereka.
Melalui single “Asa yang Sirna”, Element tidak sekadar membuka lembaran baru pasca-kehilangan figur penting. Lagu ini menjadi manifestasi bahwa sebuah band veteran pun mampu terus berjalan tegak, merespons perubahan zaman, dan menyapa generasi pendengar baru dengan karya yang segar dan relevan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post