Ledakan Energi dari Lampung: JIVA MAYA Merajut Asa Lewat “D.I.J (Detik Ini Juga)”
Skena rock alternatif Sumatra kembali melahirkan amunisi segar yang patut masuk dalam daftar pantau. Adalah JIVA MAYA, kuartet asal Lampung yang diawaki oleh Stefani Melanova Sihite, Arie Durent, David Harjono Tamin, dan Obay, baru saja melepas amunisi terbarunya bertajuk “D.I.J (Detik Ini Juga)”. Karya ini bukan sekadar rilisan tunggal biasa, melainkan sebuah maklumat pembuka menuju peluncuran album mini (EP) perdana mereka yang dijadwalkan berlabuh pada Desember mendatang.
Membawa napas rock alternatif yang modern, JIVA MAYA menawarkan formula audio yang terhitung berani. Mereka meramu melodi pop yang lugas namun disuntikkan daya ledak ala megah bernuansa anthem. Sang gitaris, Arie Durent, mengistilahkan pendekatan estetika musikal ini sebagai ‘hyper pop’—sebuah eksperimentasi unik yang mempertemukan hooks pop yang adiktif dengan energi masif khas panggung festival.
Simbiosis Unik dan Resonansi Lirik yang Personal
Di balik ketukan drum yang bertenaga dan raungan gitar yang tebal, “D.I.J (Detik Ini Juga)” menyimpan proses kreatif yang cukup unik. Lagu ini lahir dari hasil kolaborasi bersama Komjen Pol. Helmy Santika, seorang figur publik yang juga memiliki kecintaan mendalam terhadap instrumen gitar. Ketertarikan JIVA MAYA untuk menggarap materi ini bermula ketika mereka menemukan benang merah antara tema yang ditulis Helmy dengan visi artistik mini album mereka.
Secara naratif, “D.I.J” bertumpu pada pengalaman personal tentang bagaimana seseorang merespons fase penantian yang penuh tantangan. Dibanding terjebak dalam keputusasaan, dinamika emosional tersebut diubah menjadi energi positif melalui sokongan moral keluarga, khususnya peran sang istri yang menjadi pilar penopang. JIVA MAYA berhasil menerjemahkan fabel domestik ini menjadi sebuah seruan universal tentang ketahanan mental dan daya bangkit manusia.
Bagi band asal Bandar Lampung ini, pop tidak selamanya harus terdengar ringan dan mendayu-dayu. Melalui “D.I.J”, mereka membuktikan bahwa pesan tentang cinta, resiliensi, dan optimisme bisa disampaikan dengan aransemen yang berbobot, berlapis, dan bertenaga penuh tanpa kehilangan daya pikat komersialnya.
Menghidupkan Skena Lokal dan Peta Jalan Menuju Mini Album
Kehadiran “D.I.J (Detik Ini Juga)” sekaligus menegaskan posisi JIVA MAYA di dalam ekosistem musik independen lokal. Mereka tidak tumbuh di ruang hampa. Perkembangan musikalitas kuartet ini mengakar kuat pada dinamika pergerakan kolektif di Bandar Lampung, yang terus dihidupkan oleh kancah seperti Siger Fest, Berkombi Ria, Raw Frequency, G-Class, Selira Berisik, hingga Art Call.
Melalui titik temu komunitas tersebut, JIVA MAYA menguji daya ledak materi-materi terbarunya sebelum dilepas ke panggung yang lebih luas. Rilisan “D.I.J” menjadi sebuah penanda awal yang solid. Jika lagu ini bisa dijadikan tolok ukur, maka mini album debut mereka pada akhir tahun nanti diprediksi akan menjadi salah satu rilisan rock alternatif yang paling memikat dari wilayah Sumatra.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post