JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi merombak susunan Kabinet Merah Putih dengan menunjuk Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Langkah strategis yang diumumkan dalam perombakan kabinet (reshuffle) ini menandai babak baru penataan kebijakan industri nasional, mengandalkan sosok legislator senior dengan rekam jejak panjang di parlemen dan struktur partai politik.
Sebelum resmi dilantik, Sekretaris Jenderal Partai Golkar tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya telah dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai amanat baru di sektor manufaktur dan perindustrian. Penunjukan Sarmuji merupakan bagian dari perombakan yang lebih luas, mencakup jajaran menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga jajaran kuesioner di Ombudsman Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan presiden 2024–2029.
Jejak Panjang Lebih dari Dekade di Parlemen
Lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974, Sarmuji bukan nama baru dalam peta kebijakan publik Indonesia. Ia pertama kali melenggang ke Senayan setelah memenangkan kursi dalam Pemilu Legislatif 2014 mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI yang meliputi Kota dan Kabupaten Blitar, Kediri, serta Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Kepercayaan konstituen terus bertahan hingga ia kembali terpilih pada Pemilu 2019 dan 2024.
Pada periode awal di DPR RI, Sarmuji ditempatkan di Komisi VI yang membidangi perdagangan, industri, investasi, koperasi, UMKM, BUMN, dan standar nasional. Pengalaman pengawasan dan pembentukan undang-undang di sektor ekonomi riil ini melengkapi rekam jejaknya saat kemudian dirotasi ke Komisi IX (Kesehatan dan Ketenagakerjaan) serta Komisi XI (Keuangan dan Perbankan).
Jauh sebelum menduduki kursi anggota dewan, keterlibatannya di parlemen telah terbangun sejak 2007 hingga 2014 saat ia dipercaya sebagai staf ahli dan koordinator staf ahli Fraksi Partai Golkar di DPR RI.
Kombinasi Akademis, Sektor Swasta, dan Karier Politik
Dari latar belakang akademis, Sarmuji menuntaskan pendidikan sarjana di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jember pada tahun 2000, sebelum melanjutkan jenjang magister Administrasi Bisnis di Universitas Indonesia dan lulus pada 2006. Kiprah profesionalnya juga ditempa di dunia usaha, antara lain sebagai konsultan di Himais Optima (2002–2010) serta komisaris di PT Manggala Karya Cipta dan PT Eco Sejahtera.
Karier organisasinya dimulai dari akar rumput gerakan mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), lalu menanjak di organisasi pemuda sayap partai seperti AMPI dan AMPG. Di internal Partai Golkar, posisi politiknya kian menguat saat menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur (2020–2024), hingga akhirnya memegang posisi puncak sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar pada 2024.
Transisi Sarmuji dari ranah legislatif dan kepemimpinan partai ke jajaran eksekutif mendudukkannya pada posisi krusial untuk mengawal agenda pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo, khususnya dalam menstimulasi hilirisasi, penguatan daya saing industri dalam negeri, dan penciptaan lapangan kerja nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post