Hari keempat panggung megah Paris Fashion Week menghadirkan kejutan estetika yang begitu memikat mata para pencinta moda dunia. Bertempat di pelataran bersejarah Cour Carrée museum Louvre yang artistik, panggung runway menjadi saksi bisu bagaimana batasan antara seni tinggi, keberanian gaya, dan kepraktisan berbusana melebur sempurna. Dua rumah mode kenamaan, Schiaparelli dan Rick Owens, sukses mencuri perhatian publik dengan interpretasi tren terbaru yang segar, elegan, dan penuh karakter untuk koleksi busana siap pakai (ready-to-wear).
Eksplorasi Anggun Schiaparelli dalam Ranah Busana Siap Pakai
Perancang asal Texas, Daniel Roseberry, kembali menunjukkan kepiawaiannya merajut harmoni antara akar kebudayaan Amerika yang lugas dengan keanggunan ala Paris yang super-sehat milik sang pendiri legendaris, Elsa Schiaparelli. Memasuki musim keduanya dalam menggarap lini ready-to-wear, Roseberry secara jujur mengakui proses kreatifnya dalam merumuskan identitas rumah mode tersebut di tengah lanskap industri yang kian kompetitif.
“Identitas haute couture kami relatif lebih mudah ditentukan, namun saya mengakui butuh usaha lebih untuk merumuskan siapa dan apa di balik karakter Schiaparelli dalam pasar busana siap pakai yang sudah sangat jenuh,” ungkap Roseberry dalam catatan kurasinya.
Di bawah naungan kemegahan Louvre, Roseberry membuktikan kelasnya. Ia menyajikan siluet gaun berpotongan leher skulptural yang teatrikal, dipadukan secara mewah bersama aksesori perhiasan emas khas Schiaparelli. Dominasi kain bertekstur warna hitam pekat yang dijuluki ‘Schiap Noir’ tampak berpadu anggun saat disandingkan dengan drapery warna gading yang lembut. Penggabungan elemen-elemen ini melahirkan konsep mix and match yang praktis, namun tetap mempertahankan aura kemewahan yang langsung mengenali siapa pemakainya.
Transformasi Monokromatik Rick Owens yang Kian Elegan
Sementara itu, panggung spektakuler lain datang dari desainer flamboyan Rick Owens. Dikenal luas sebagai maestro gaya gothic yang telah menyulap estetika serba hitam menjadi sebuah filosofi hidup dan berbusana, Owens secara mengejutkan menanggalkan material kulit dan lateks serba hitam pekat yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Untuk koleksi teranyar ini, Owens beralih memeluk palet warna mineral alami yang terinspirasi langsung oleh keindahan batu alam. Berlatar atraksi air mancur yang megah di luar Museum Seni Modern Paris, jajaran model melangkah anggun memperagakan busana yang jauh lebih ringan dan dinamis.
Koleksi ini menghadirkan celana berpotongan longgar yang melayang halus saat diterpa angin, tunik yang mengalir santai, hingga jaket mikro yang modern. Tak ketinggalan, serangkaian gaun berdesain pastel nan lembut hadir memberi napas baru—membuktikan bahwa estetika garang khas Rick Owens kini mampu bertransformasi menjadi busana yang sangat fleksibel, mudah dipadupadankan, dan siap memikat para penikmat gaya hidup modern sehari-hari.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post