Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil menyentuh angka 65,4%. Kepercayaan publik yang relatif stabil ini didorong oleh masifnya program jaring pengaman sosial serta stabilitas penegakan hukum. Meski demikian, pemerintah masih dihadapkan pada tantangan berat di sektor ekonomi mikro, terutama terkait daya beli masyarakat dan inflasi bahan pokok.
Berdasarkan survei nasional terbaru yang dirilis oleh Parameter Politik Indonesia (PPI), sebanyak 32,5% responden mengaku kurang puas terhadap kinerja kabinet, sementara 2,1% sisanya tidak memberikan jawaban. Secara umum, hasil indikator ini menempatkan rapor kinerja pemerintah pada kategori positif di mata publik dan pelaku usaha.
Program Sosial dan Hukum Jadi Penopang Utama
Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, mengungkapkan bahwa fondasi utama kepuasan publik ditopang oleh efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos). Kebijakan tersebut dinilai semakin inklusif dan menjangkau masyarakat lapisan bawah secara lebih luas.
Rincian pendorong kepuasan publik meliputi:
- Penyaluran bantuan sosial yang kian meluas (16,7%)
- Ketegasan dalam penegakan hukum kasus korupsi (10,3%)
- Implementasi program Sekolah Rakyat (9,8%)
- Peningkatan efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) (8,5%)
Dalam kategori efektivitas program, program bansos juga menempati urutan teratas sebagai kebijakan paling dirasakan manfaatnya dengan tingkat keterpilihan 15,9%, disusul Sekolah Rakyat (12,6%), program MBG (11%), serta skenario pendidikan gratis (8,1%).
Tantangan Ekonomi Mikro dan Daya Beli
Di balik capaian positif tersebut, survei memotret sinyal appeared yang perlu diwaspadai oleh pembuat kebijakan ekonomi. Kelompok responden yang menyatakan tidak puas menempatkan kondisi perekonomian nasional yang dirasa makin menantang sebagai alasan utama (11,8%).
Beberapa poin ketidakpuasan yang disuarakan publik antara lain:
- Tingkat ketepatan sasaran bansos yang masih dinilai belum optimal (11,4%)
- Tekanan inflasi akibat tingginya harga kebutuhan pokok (10,4%)
- Persepsi belum maksimalnya perhatian pemerintah terhadap ekonomi rakyat kecil (6,7%)
Meskipun tekanan ekonomi mikro masih membayangi, ekspektasi pasar dan publik terhadap kepemimpinan nasional tetap kuat. Terdapat 67% responden yang optimistis pemerintah mampu mengeksekusi agenda pembangunan nasional dengan baik ke depan, berbanding 24,4% yang mengaku ragu, dan 8,6% sisanya bersikap netral.
Rapor Individu dan Metodologi Riset
Survei ini juga memotret penilaian kepuasan terhadap figur pimpinan nasional secara terpisah. Kepuasan individu terhadap Presiden Prabowo Subianto tercatat sebesar 65,2%. Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di level 49%.
Riset lapangan ini melibatkan 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang tersebar di 38 provinsi mencakup 116 kabupaten/kota. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung pada kurun waktu 26 September hingga 6 Oktober 2026. Riset ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error sebesar ±2,83%.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post