MALANG TODAY – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tetangga Malang Raya, tepatnya di Kota Blitar, mengalami pemangkasan signifikan hingga 50 persen selama sepekan terakhir. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan dan membuat stok Pertalite di beberapa titik SPBU ludes lebih cepat dari biasanya.
Pasokan Dipangkas Separuh, Stok Siang Hari Sudah Kosong
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengurangan volume pengiriman BBM bersubsidi ini dirasakan langsung oleh para pengelola SPBU. Salah satunya terjadi di SPBU Jalan Kalimantan, Kota Blitar. Pengawas SPBU setempat, M Rizki, mengungkapkan bahwa kendati pengiriman dari depo tetap berlangsung saban hari, kuota BBM yang diterima merosot tajam.
“Setiap hari sebenarnya pasokan Pertalite masih tetap ada, tetapi jumlahnya berkurang drastis. Jika sebelumnya kami mendapat jatah sekitar 16.000 liter per hari, kini dialokasikan hanya 8.000 liter per hari. Sementara permintaan masyarakat sangat tinggi, sehingga stok cepat sekali habis,” ujar Rizki saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026).
Akibat pemangkasan kuota tersebut, persediaan Pertalite di SPBU Jalan Kalimantan sudah kosong sejak Senin siang, sehingga pihak pengelola terpaksa menghentikan layanan sembari menunggu pengiriman armada tangki berikutnya. Kendati demikian, Rizki menegaskan pihak SPBU tidak menerapkan kebijakan pembatasan pembelian per sif kerja. Penjualan dilakukan secara terbuka hingga seluruh stok habis terlayani.
Kondisi serupa dialami SPBU Kebonrojo Kota Blitar. Pengawas SPBU Kebonrojo, M Khoirul Huda, membenarkan bahwa pasokan harian yang diterima SPBU-nya dipotong separuh dari kapasitas normal. “Sudah lebih dari sepekan ini ada pengurangan pasokan Pertalite. Kuota kami turun dari biasanya 16.000 liter menjadi 8.000 liter per hari,” jelas Khoirul.
Kepolisian Jelaskan Skema Distribusi Rata Depo
Menanggapi fenomena antrean dan kekosongan BBM di wilayah hukumnya, pihak kepolisian turun tangan melakukan pemantauan jalur distribusi. Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait, mengonfirmasi adanya perubahan mekanisme alokasi distribusi dari depo BBM ke SPBU-SPBU di daerah.
Ipda Aristoteles menjelaskan, jika sebelumnya SPBU dapat mengajukan kiriman hingga 16.000 liter sesuai tingkat permintaan dan langsung dipenuhi, kini depo menerapkan kebijakan pemerataan kuota. Setiap SPBU dirata-ratakan menerima alokasi sebesar 8.000 liter per hari agar ketersediaan BBM terbagi seimbang ke seluruh wilayah.
“Sistemnya saat ini adalah pembagian rata. Jika sebelumnya permintaan SPBU sebesar 16.000 liter dipenuhi penuh, sekarang distribusi disesuaikan menjadi rata-rata 8.000 liter per hari. Sementara itu, untuk pasokan BBM jenis Solar dilaporkan masih berjalan normal tanpa hambatan,” terang Ipda Aristoteles.
Masyarakat Dimbau Tidak Melakukan Panic Buying
Pihak kepolisian tak menampik bahwa penyesuaian alokasi ini berdampak langsung pada munculnya antrean kendaraan di area SPBU. Ketika volume BBM yang tersedia lebih sedikit dari biasanya sementara daya beli masyarakat tetap tinggi, ketersediaan BBM di tangki pemendam SPBU menjadi jauh lebih cepat terkuras.
Meski demikian, Kepolisian mengimbau warga Malang Raya dan sekitarnya yang sedang melintas atau beraktivitas di wilayah Blitar untuk tetap tenang serta tidak melakukan aksi beli berlebihan (panic buying). Masyarakat diminta membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan harian.
“Pasokan BBM sebenarnya tetap tersedia dan dikirim setiap hari. Fenomena antrean ini sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran masyarakat yang melihat pemberitaan atau kepanikan warga lain, sehingga ikut-ikutan mengantre. Hal inilah yang makin mempercepat habisnya stok harian. Kami imbau masyarakat tidak perlu panik,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post