BMKG Catat 659 Gempa Bumi Guncang Jawa Timur Selama Oktober, Warga Malang Raya Diimbau Tetap Waspada
MALANG TODAY – Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya menunjukkan intensitas yang cukup tinggi sepanjang bulan Oktober. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam sebanyak 659 kejadian gempa bumi menggetarkan kawasan ini, di mana mayoritas di antaranya merupakan gempa dangkal yang berpotensi memicu getaran di permukaan.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengungkapkan bahwa dari total ratusan peristiwa tektonik tersebut, dominasi guncangan berasal dari kedalaman rendah yang tersebar di beberapa titik episentrum Jawa Timur, termasuk kawasan pesisir selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah Malang Raya.
“Dari total 659 kejadian, sebanyak 522 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara 137 kejadian lainnya tergolong gempa menengah. Berdasarkan hasil pemantauan selama Oktober, kami tidak menemukan adanya aktivitas gempa bumi dalam,” kata Ricko saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11).
Fluktuasi Kenaikan Aktivitas Tektonik dan Gempa Dirasakan
Berdasarkan analisis data geofisika, kekuatan atau magnitudo gempa yang terjadi sepanjang bulan lalu cukup bervariasi, mulai dari skala terkecil yang tidak dirasakan manusia hingga guncangan moderat. Kekuatan gempa tercatat berada pada rentang magnitudo 1,17 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 5,02.
Ricko menjelaskan bahwa lonjakan frekuensi kegempaan tertinggi dalam satu hari terjadi pada akhir bulan. Sebaliknya, kondisi relatif melandai tercatat pada pertengahan Oktober.
“Aktivitas kegempaan paling tinggi terjadi pada 28 Oktober dengan 74 kejadian dalam sehari. Sementara frekuensi terendah tercatat pada 14 Oktober dengan tujuh kejadian,” paparnya.
Meski sebagian besar berintensitas kecil, BMKG mencatat terdapat delapan kejadian gempa bumi yang getarannya dirasakan nyata oleh masyarakat. Keberadaan gempa yang dirasakan ini menjadi pengingat bahwa zona tektonik Jawa Timur masih sangat aktif dan dinamis.
Tumbukan Lempeng dan Sesar Lokal Jadi Pemicu Utama
Secara geologis, wilayah Jawa Timur—termasuk bentang alam kawasan Malang Raya yang menghadap langsung ke Samudra Hindia—memang berada di zona rawan gempa. Ricko menerangkan ada dua faktor utama yang terus memicu pelepasan energi di perut bumi kawasan ini.
“Aktivitas gempa di Jawa Timur dan sekitarnya dipengaruhi oleh subduksi atau pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain zona subduksi tersebut, aktivitas patahan atau sesar aktif lokal di daratan maupun perairan dangkal juga menjadi sumber terjadinya gempa,” jelasnya.
Melihat tingginya frekuensi kegempaan ini, BMKG meminta masyarakat, khususnya warga di wilayah rentan seperti pesisir Kabupaten Malang dan sekitarnya, untuk tidak panik namun tetap meningkatkan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan mandiri.
Masyarakat mengimbau agar selalu memeriksa keandalan struktur bangunan tempat tinggal serta memastikan saluran informasi kebencanaan yang diterima berasal dari sumber terverifikasi. BMKG menegaskan agar warga hanya memantau pembaruan aktivitas kegempaan dan potensi peringatan dini tsunami melalui kanal-kanal komunikasi resmi BMKG guna menghindari potensi berita bohong atau hoaks yang kerap beredar saat terjadi guncangan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post