MALANG TODAY – Pengungkapan kasus dugaan kekerasan anak di sebuah kawasan permukiman elite Arcadia, California, Amerika Serikat, membongkar skandal besar bisnis ibu pengganti (surrogacy). Pasangan kaya asal China, Guojun Xuan (66) dan Silvia Zhang (39), kini berhadapan dengan hukum setelah polisi menemukan 14 balita mendiami rumah mewah mereka dalam kondisi memprihatinkan.
Kasus ini terkuak pada Mei 2025 saat seorang bayi berusia dua bulan bernama Walter dilarikan ke rumah sakit akibat cedera serius di kepala. Orang tua bayi mengklaim korban terjatuh dari tempat tidur, namun tim medis menemukan indikasi cedera berat akibat guncangan keras atau benturan setara kecelakaan lalu lintas.
Hasil penggeledahan kepolisian di kediaman seluas 929 meter persegi tersebut mendapati puluhan anak berusia enam bulan hingga tiga tahun yang lahir dari hasil jasa ibu pengganti. Jaksa Penuntut Umum Los Angeles County bahkan menjuluki properti senilai Rp54 miliar itu sebagai “rumah horor” bagi para balita.
Praktik Penganiayaan dan Pengawasan Kamera
Dokumen dakwaan menyebutkan rumah mewah tersebut dilengkapi 32 kamera pengawas. Rekaman CCTV memperlihatkan anak-anak dipaksa duduk berjam-jam di depan meja. Selain itu, ditemukan satu ruangan tanpa kamera yang diduga menjadi lokasi penganiayaan, di mana terdengar suara jeritan anak saat dibawa masuk oleh pengasuh.
Pihak berwenang menetapkan salah satu pengasuh, Chunmei Li, sebagai tersangka penganiayaan berat yang mengancam nyawa bayi Walter. Hingga saat ini, Li masih dalam pencarian polisi.
Pasangan Guojun Xuan dan Silvia Zhang didakwa atas dugaan konspirasi melakukan kekerasan terhadap anak. Hakim menetapkan uang jaminan masing-masing sebesar US$20 juta (sekitar Rp330 miliar). Jika terbukti bersalah di pengadilan, Xuan terancam hukuman penjara hingga 17 tahun, sementara Zhang menghadapi ancaman hukuman 11 tahun penjara.
Melalui kuasa hukumnya, pihak terdakwa membantah seluruh tuduhan dan menyatakan bahwa klien mereka hanya menjalankan hak untuk memiliki keluarga besar.
Modus Agen Ibu Pengganti Terselubung
Penyidikan lebih lanjut mengungkapkan fakta bahwa rumah mewah tersebut terdaftar sebagai kantor agen surrogacy bernama Mark Surrogacy yang dikelola langsung oleh Zhang dan Xuan. Pasangan ini memanfaatkan celah hukum dan industri ibu pengganti di Amerika Serikat untuk mengumpulkan puluhan anak.
Sejumlah perempuan yang menjadi ibu pengganti mengaku ditipu karena tidak diberi tahu bahwa agen tersebut dimiliki oleh pasangan itu sendiri. Para ibu pengganti awalnya diyakinkan bahwa mereka membantu pasangan yang mendambakan anak tunggal.
Gugatan hukum pun dilayangkan oleh beberapa ibu pengganti setelah menyadari fakta sebenarnya. Selain mengelola agen sendiri, pasangan ini juga menggunakan jasa agen resmi lain untuk membuahi sel telur dan menyewa rahim perempuan lain tanpa membatasi jumlah anak.
Para ahli ilmu reproduksi menilai kasus ini menyingkap celah regulasi dalam industri surrogacy di AS, di mana tidak ada batasan hukum mengenai jumlah anak yang dapat diminta oleh calon orang tua, serta ketiadaan kewajiban untuk membuka informasi tersebut antar-agen.
Nasib Puluhan Anak dalam Perlindungan Negara
Hingga saat ini, tercatat ada sedikitnya 26 anak yang terhubung dengan pasangan tersebut. Sebanyak 21 anak telah diamankan dan berada di bawah perlindungan dinas sosial sejak pertengahan 2025, sementara beberapa bayi lainnya baru lahir pada akhir 2025 dan awal 2026.
Salah satu ibu pengganti, Melissa Epps, memilih membesarkan bayi yang dikandungnya setelah mengetahui skandal kekerasan tersebut. Langkah Epps sempat mendapat perlawanan hukum dari pasangan Xuan dan Zhang yang menuntut penyerahan bayi serta ganti rugi miliaran rupiah. Namun, proses pengadilan di Virginia memutuskan bayi tersebut tetap berada dalam pengasuhan Epps di bawah pengawasan otoritas setempat.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post