JAKARTA — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi, PT Pertamina (Persero), resmi mengambil kebijakan untuk mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per November 2026. Langkah penahanan tarif ini berlaku menyeluruh, baik untuk jenis BBM bersubsidi maupun non-subsidi, sehingga nominal yang berlaku dipastikan presisi sama dengan penyesuaian pada Oktober sebelumnya.
Keputusan strategis ini memberikan angin segar bagi kepastian biaya operasional publik dan sektor usaha di awal bulan. Dengan stabilitas tarif ini, BBM bersubsidi jenis Pertalite tetap dilepas ke pasar seharga Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar bertahan di angka Rp 6.800 per liter.
Rincian Harga BBM Non-Subsidi Pertamina
Untuk varian BBM non-subsidi beroktan tinggi keluaran Pertamina, struktur harga ritel di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya tercatat tidak mengalami pergeseran. BBM jenis gasoline premium seperti Pertamax (RON 92) tetap dibanderol Rp 15.950 per liter, disusul Pertamax Green (RON 95) di harga Rp 19.150 per liter, serta varian tertinggi Pertamax Turbo (RON 98) pada posisi Rp 19.600 per liter.
Sektor BBM peminum diesel non-subsidi juga mengekor skema yang sama. Produk Dexlite dipertahankan pada tingkat harga Rp 23.700 per liter, sedangkan varian diesel performa tinggi Pertamina Dex tetap berada di level Rp 25.200 per liter.
Manajemen Pertamina menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM non-subsidi secara berkala memang mengacu pada dinamika pasar minyak mentah dunia dan nilai tukar mata uang, sedangkan harga BBM bersubsidi sepenuhnya bergantung pada ketetapan dan kebijakan harga yang diatur pemerintah pusat.
SPBU Swasta Kompak Tahan Tarif
Langkah mempertahankan harga pasar di bulan November ini ternyata juga diamini oleh jajaran peritel BBM swasta multinasional seperti BP-AKR, Vivo, dan Shell. Ketiganya memilih kompak tidak menaikkan maupun menurunkan harga produk mereka dibanding bulan lalu.
Peritel BP-AKR mempertahankan harga produk BP 92 pada kisaran Rp 16.130 per liter dan BP Ultimate senilai Rp 19.330 per liter. Sementara itu, varian bahan bakar mesin diesel mereka, BP Ultimate Diesel, dipasarkan seharga Rp 25.420 per liter.
Jaringan SPBU Vivo menetapkan angka komparatif untuk pasar Indonesia. Varian Revvo 92 dan Revvo 95 masing-masing dijual pada harga Rp 16.130 dan Rp 19.330 per liter, sedangkan BBM jenis diesel mereka, Primus Plus Diesel, dipatok setara di level Rp 25.420 per liter. Di sisi lain, peritel Shell juga menetapkan harga bahan bakar diesel unggulannya, Shell V-Power Diesel, pada angka Rp 25.420 per liter.
Keputusan bersama antara BUMN dan SPBU swasta ini secara langsung memberikan stabilitas beban ekonomi yang cukup krusial bagi mobilitas masyarakat dan alur logistik bisnis nasional. Meski demikian, pihak pengelola menegaskan bahwa penyesuaian BBM non-subsidi di masa mendatang tetap berpotensi terjadi, tergantung pada fluktuasi harga minyak mentah global dan fluktuasi nilai tukar kurs. Sebagai catatan tambahan, nominal harga di setiap daerah dapat bervariasi bergantung pada besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing wilayah serta margin biaya distribusi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post