Daop 9 Jember Intensifkan Perawatan Proteksi Petir Jalur Kereta Api Musim Hujan
MALANG TODAY – Memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan dan potensi cuaca ekstrem yang meningkat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memperketat langkah mitigasi risiko pada sistem keselamatan perjalanan kereta api. Langkah preventif ini berfokus pada penguatan dan pemeriksaan intensif instalasi proteksi petir di wilayah operasionalnya, yang juga menjadi jalur penghubung vital mobilitas warga kawasan Malang Raya menuju wilayah tapal kuda hingga Banyuwangi.
Berdasarkan hasil inspeksi menyeluruh di lapangan, sebanyak 20 lokasi fasilitas proteksi petir yang tersebar di sepanjang jalur perkeretaapian Daop 9 Jember dipastikan dalam kondisi prima dan berfungsi optimal. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan perjalanan armada kereta api serta keamanan fasilitas sistem komunikasi perjalanan kereta.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan teknis tersebut mencakup pengujian ketat pada sistem pembumian (grounding), keandalan instalasi, hingga kualitas sambungan kabel proteksi.
“Memasuki musim hujan, kami memastikan fasilitas proteksi petir yang mendukung operasional perkeretaapian berada dalam kondisi baik. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem perlindungan berfungsi sesuai peruntukannya,” tegas Cahyo.
Evaluasi Kejadian dan Penguatan Sistem Proteksi Jalur Utama
Penguatan mitigasi proteksi petir ini dipicu oleh evaluasi atas sejumlah gangguan operasional yang sempat terjadi akibat faktor alam pada masa lalu. Tercatat, sambaran petir sempat berdampak pada perangkat radio operasional di titik R61 Grati pada akhir Desember 2025. Gangguan serupa juga sempat memengaruhi sistem komunikasi Telepon Otomatis Kereta Api (TOKA) dan Telepon Pengendali Kereta Api (PK) di titik R66 Jember pada awal April 2026.
Berbekal pemetaan titik rawan tersebut, pihak KAI tak sekadar mengandalkan pemeriksaan rutin mingguan atau bulanan. Pemeliharaan khusus juga terus dijalankan, mencakup pengukuran berkala hambatan sistem pembumian serta peremajaan atau penggantian komponen arrester. Perangkat penangkap gelombang ini vital untuk menghentikan lonjakan tegangan listrik mendadak akibat petir yang berpotensi merusak instrumen elektronik sensitif pengendali sinyal kereta.
Adapun 20 titik jangkauan proteksi petir yang mendapat pengawasan ketat mencakup wilayah strategis seperti Probolinggo, Grati, Gunung Mlawang, Jember, Gunung Gending, hingga beberapa stasiun dan petak jalan di wilayah Banyuwangi.
Jaminan Keamanan dan Keandalan Perjalanan Kereta
Selain upaya pencegahan, KAI Daop 9 Jember juga menguatkan standar operasional mitigasi darurat jika sewaktu-waktu terjadi hambatan akibat faktor cuaca ekstrem. Personel teknis disiagakan penuh untuk merespons gangguan secara cepat dan terukur.
Cahyo memastikan, apabila terjadi lonjakan tegangan atau kerusakan perangkat akibat petir, tim teknisi akan langsung melakukan sterilisasi area terdampak, lalu memuluskan perbaikan berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta memastikan seluruh fungsi komunikasi navigasi berjalan normal sebelum jalur dinyatakan aman dilintasi.
Langkah protektif ini menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran konektivitas transportasi masal, khususnya bagi masyarakat Malang Raya yang memanfaatkan moda transportasi kereta api ke arah timur Jawa Timur agar tetap merasa aman, nyaman, dan tepat waktu selama musim hujan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post