Teater Tradisional Banten Pukau Panggung Internasional di Pakistan
Kesenian tradisional Indonesia kembali mengukir prestasi memukau di kancah internasional. Kelompok seni asal Banten, Sanggar Ubruk Seniki Cilegon, sukses menyedot perhatian ratusan penonton saat tampil dalam pergelaran 3rd Punjab Maas International Theatre Festival yang berlangsung di Alhamra Arts Center, Lahore, Pakistan, pada Kamis (29/10/2026).
Dalam ajang teater bertaraf internasional tersebut, seniman-seniman muda ini membawakan lakon berjudul Kintir. Pertunjukan seni tutur dan peran khas Banten itu berhasil menghipnotis audiens yang terdiri dari warga lokal Lahore, diaspora Indonesia, hingga kontingen festival mancanegara yang berasal dari Kazakhstan, Norwegia, dan Prancis. Gemuruh tepuk tangan penonton berkali-kali membahana sepanjang jalan cerita dipentaskan.
Mengangkat Isu Lingkungan Global Lewat Lakon ‘Kintir’
Pertunjukan yang dibawakan oleh tujuh personel—yakni Mahmud, Bahroni, Aman, Dedi, Adi Kurniadi, Inda, dan Suci—ini tidak sekadar menyajikan hiburan. Lakon Kintir mengusung pesan kritis mengenai ancaman pencemaran sampah plastik di Sungai Cibanten, aliran sungai historis yang dahulunya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Personel Sanggar Ubruk Seniki, Bahroni, menjelaskan bahwa filosofi judul yang diangkat memiliki makna mendalam terkait krisis lingkungan saat ini. “Kata Kintir digunakan untuk menggambarkan sampah dan residu yang hanyut terbawa aliran sungai, hingga pada akhirnya merusak ekosistem serta mengganggu kelangsungan hidup masyarakat,” ujar Bahroni saat diwawancarai oleh media setempat, Discover Pakistan TV Channel.
Apresiasi Tinggi dari Kurator Internasional dan Diplomat Indonesia
Penyampaian pesan kritis yang dikemas secara edukatif namun tetap menghibur mendapat pujian langsung dari Direktur Festival, Aamir Nawaz. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kepiawaian kontingen Indonesia dalam mengolah isu sensitif menjadi pertunjukan panggung yang komunikatif dan memikat.
“Tim Ubruk Banten sukses mengangkat isu serius mengenai sampah plastik yang telah lama menjadi perhatian global dengan tetap menyajikannya secara menghibur. Good job!” puji Aamir usai menyaksikan pergelaran tersebut.
Dukungan dan rasa bangga juga mengalir dari pihak diplomatik Indonesia. Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta, menilai bahwa pementasan ini berprestasi dalam menonjolkan karakter positif bangsa di mata dunia.
“Penampilan personel Ubruk Seniki sangat mencerminkan kepribadian masyarakat Indonesia. Mereka sukses menyampaikan pesan penting tanpa kesan menghakimi, dan sajian kali ini sungguh sangat menghibur,” ungkap Rahmat.
Kehadiran pementasan budaya ini turut menjadi penawar rindu sekaligus kebanggaan besar bagi warga negara Indonesia (WNI) di Pakistan. Agustina, salah satu WNI yang telah lama menetap di Lahore, mengaku sangat terkesan dan bangga menyaksikan seni tradisi Nusantara mampu berkibar dan harum di panggung seni budaya internasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post