Gebrakan Ekspor Mangga Jawa Timur: Probolinggo Pacu Hilirisasi dan Penetrasi Pasar Global
Langkah strategis memperkuat rantai pasok hortikultura kawasan Jawa Timur terus dipacu. Pemerintah Kota Probolinggo secara resmi meluncurkan akselerasi hilirisasi dan perluasan pasar komoditas mangga lokal menuju pasar internasional melalui gelaran National Mango Forum yang berlangsung di Stadion Bayuangga. Langkah ini menjadi angin segar bagi dinamika perdagangan buah segar dan produk olahan regional, termasuk jejaring distributor dan pelaku usaha agro di kawasan Jawa Timur, tak terkecuali pasar Malang Raya.
Forum nasional yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 ini mempertemukan sedikitnya 125 pemangku kepentingan kunci. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, perwakilan Pemprov Jawa Timur, akademisi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perbankan, hingga lintas asosiasi usaha seperti APINDO, HKTI, HIPMI, serta para eksportir dan kelompok tani.
Tiga Pilar Utama: Hilirisasi, Akses Pasar Eropa-Timur Tengah, dan Budidaya
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menegaskan bahwa reputasi komoditas mangga lokal yang sudah dikenal luas harus diimbangi dengan modernisasi manajemen pemasaran, peningkatan mutu hasil panen, dan kepastian akses pasar. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjawab tantangan alamiah petani, seperti cuaca ekstrem dan angin musiman yang kerap membayangi volume produksi.
“Selain peluang pengembangan pasar, berbagai tantangan teknis yang dihadapi petani harus diselesaikan bersama. Melalui forum ini, terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara petani, ahli, pemerintah, dan pelaku usaha agar komoditas lokal kita naik kelas,” ujar Ina Dwi Lestari.
Dalam forum tersebut, tiga narasumber ahli memaparkan peta jalan pengembangan mangga dari hulu ke hilir:
- Hilirisasi dan Nilai Tambah: Perwakilan Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan RI, Freddy, menekankan krusialnya diversifikasi produk turunan dan penerapan teknologi pengolahan. Langkah ini diambil agar petani tak lagi bergantung penuh pada penjualan buah segar yang rentan anjlok saat panen raya.
- Penetrasi Pasar Internasional: Perwakilan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Novi Hutami, memaparkan peluang besar ekspor mangga Jawa Timur ke kawasan Timur Tengah dan Eropa. Syarat utamanya adalah konsistensi standar kualitas, keamanan pangan, dan kepastian volume pasokan.
- Riset dan Produktivitas Tinggi: Peneliti Pusat Riset Hortikultura BRIN, Farihul Ihsan, mendorong penerapan teknik budidaya presisi untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas lahan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Jeritan Petani: Sertifikasi Siap, Infrastruktur Cold Storage Jadi Ganjalan
Di balik besarnya potensi ekspor, dinamika lapangan mengungkap tantangan riil yang dihadapi para produsen. Kelompok petani dari Kecamatan Banjarsari menyatakan kesiapan mereka untuk memasok ratusan kuintal mangga varietas unggulan—seperti mangga gadung—yang telah mengantongi sertifikasi mutu Prima dan AP untuk memenuhi pasar metropolitan Surabaya, Malang, hingga pasar ekspor.
Namun, para petani menyoroti kendala krusial berupa minimnya fasilitas rantai dingin (cold chain). Rangkaian fasilitas cold storage di wilayah setempat dilaporkan telah tidak beroperasi sejak tahun 2002. Ketiadaan ruang pendingin ini menjadi hambatan utama dalam menjaga kesegaran buah selama proses distribusi jarak jauh dan pengiriman ekspor.
Selain infrastruktur, petani juga mendesak adanya skema kepastian harga yang rasional dan berpihak pada produsen. Kepastian harga ini dinilai vital agar mampu menutup kenaikan biaya produksi sekaligus memberikan margin keuntungan yang layak bagi keberlanjutan usaha tani.
Dorong Kemitraan Konkret Lewat Business Matching
Menjawab persoalan rantai pasok tersebut, forum ini tidak hanya berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi langsung ditindaklanjuti dengan sesi business matching. Agenda ini mempertemukan langsung kelompok tani dengan para pelaku usaha, rantai ritel modern, dan calon pembeli (buyer) internasional.
Melalui penguatan integrasi dari hulu hingga hilir ini, komoditas mangga Jawa Timur diharapkan tidak hanya memdominasi pasar domestik, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi komoditas ekspor unggulan yang berdaya saing tinggi serta memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post