Sejumlah mahasiswa asal Indonesia tengah menimba ilmu dan mengasah keterampilan teknis di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. Program pendidikan vokasi terintegrasi ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap mendukung operasional industri dan pembangunan infrastruktur di tanah air.
Impian Membangun Infrastruktur Tahan Bencana
Salah satu mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Nurkholish (21), pemuda asal Provinsi Banten. Berbekal latar belakang pendidikan teknik mesin dari universitas di Indonesia, Nurkholish memilih melanjutkan studinya ke Tiongkok dengan fokus pada bidang konstruksi prefabrikasi dan inspeksi bangunan.
Motivasi utamanya didasari oleh kondisi geografis Indonesia yang sering dilanda cuaca ekstrem. Nurkholish mengungkapkan bahwa banjir dan hujan lebat kerap merusak hunian di tanah air. Kondisi tersebut mendorong tekadnya untuk mempelajari teknik pembangunan gedung dengan ketahanan yang lebih baik, termasuk mempraktikkan penggunaan robot pemindai retakan dinding.
Meski sempat menghadapi tantangan bahasa pengantar Mandarin di awal perkuliahan, ketekunan dan kesabaran para pengajar membuat proses belajarnya berjalan lancar. Ia menilai fasilitas pelatihan yang tersedia sangat memadai dan berharap pengetahuan yang diperolehnya dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas konstruksi di kampung halamannya.
Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri
Kehadiran para mahasiswa Indonesia di Anhui merupakan bagian dari program International Order Class yang digagas sejak 2019 oleh Universitas Teknik Kejuruan Wuhu bermitra dengan Anhui Conch Group Co., Ltd. Kurikulum dalam program ini disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan operasional industri di Indonesia, mencakup disiplin ilmu otomatisasi, robotika industri, kecerdasan buatan (AI), hingga teknik konstruksi.
Hingga kini, program kerja sama tersebut telah menampung lebih dari 140 mahasiswa Indonesia. Seluruh lulusan diproyeksikan langsung untuk memperkuat jajaran tenaga kerja profesional di unit usaha perusahaan mitra yang beroperasi di tanah air. Untuk mendukung keterpaduan teori dan praktik, universitas turut mendirikan sanggar kerja dan pusat pendidikan vokasi di Jakarta, serta menghadirkan praktisi industri langsung ke ruang kelas.
Alih Teknologi dan Peluang Karier Digital
Selain bidang konstruksi, minat terhadap pengembangan teknologi modern juga ditunjukkan oleh Dwinita Asty Kusuma (22), mahasiswi asal Provinsi Kalimantan Selatan yang mendalami aplikasi teknologi AI. Ia melihat pesatnya investasi perusahaan global di Indonesia sebagai peluang besar untuk mengembangkandiri.
Dwinita menilai kebutuhan akan SDM lokal yang menguasai bahasa Mandarin sekaligus memiliki keahlian teknis tinggi semakin meningkat. Melalui pemanfaatan perangkat AI dan pelatihan intensif, ia bertekad menguasai pemrograman serta pengaplikasian teknologi digital guna membantu optimalisasi layanan daring dan kebutuhan sistem informasi di Indonesia.
Inisiatif pendidikan lintas negara ini menjadi jembatan strategis dalam transfer pengetahuan dan teknologi. Melalui pelatihan vokasi berstandar industri, para generasi muda Indonesia diharapkan mampu membawa pulang keterampilan relevan untuk mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post