BATU, MALANG TODAY – Pemerintah pusat bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada sektor fasilitas kesehatan tingkat pertama di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Malang Raya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merancang program renovasi untuk sekitar 8.000 Puskesmas yang akan dieksekusi secara bertahap mulai tahun 2027 hingga 2029 mendatang.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna memastikan masyarakat di tingkat tapak mendapatkan akses pelayanan medis yang layak, modern, dan berkualitas.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa komitmen pemerintah pusat saat ini berfokus pada pemerataan fasilitas kesehatan masyarakat di daerah-daerah.
“Presiden Prabowo ingin merenovasi seluruh puskesmas yang ada di Indonesia,” tegas dr. Benjamin Paulus Octavianus di sela agenda kerjanya di Kota Batu.
Fokus Renovasi Kerusakan dan Pembangunan Faskes Baru
Benjamin menjelaskan, skema program ini terbagi menjadi dua fokus utama, yakni perbaikan bangunan fisik dan penambahan unit baru. Untuk program renovasi, sasaran utamanya adalah Puskesmas yang mengalami kerusakan fisik tingkat ringan hingga sedang agar standar layanannya kembali optimal.
Sementara itu, bagi kawasan yang mengalami lonjakan populasi pesat, pemerintah pusat menyiapkan skema pembangunan fisik baru. Secara nasional, sebanyak 813 Puskesmas baru diproyeksikan berdiri untuk memecah penumpukan pasien.
“Pembangunan Puskesmas baru diprioritaskan bagi wilayah dengan jumlah penduduk padat, yakni yang sudah melampaui 60 ribu jiwa dalam satu cakupan area,” tambahnya.
Sebagai gambaran pembanding di Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo dialokasikan mendapat tambahan 15 Puskesmas baru untuk melengkapi 31 Puskesmas yang sudah beroperasi saat ini, guna merespons tingginya kepadatan penduduk di kawasan perkotaan tersebut.
Pemetaan Kebutuhan Fasilitas Kesehatan di Kota Batu
Khusus untuk wilayah Kota Batu dan sekitarnya, Kementerian Kesehatan telah mengantongi pemetaan awal terkait fasilitas mana saja yang masuk dalam daftar perbaikan maupun pengadaan baru. Kendati demikian, validasi lapangan masih terus dimatangkan bersama dinas kesehatan dan pengelola fasilitas lokal.
“Nah untuk Kota Batu, puskesmas yang akan dibangun datanya sudah ada di Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas Batu,” jelas Wamenkes.
Ia menambahkan bahwa seluruh basis data lokasi dan kebutuhan spesifik fasilitas kesehatan di daerah telah disiapkan oleh kementerian. Koordinasi intensif dengan jajaran Pemkot Batu serta Pemkab Malang akan terus dilakukan agar eksekusi program tepat sasaran dan sesuai ekspektasi warga lokal.
Melalui penguatan infrastruktur kesehatan yang terencana ini, kualitas pelayanan publik di Kota Batu diharapkan meningkat signifikan, sekaligus mampu menopang kebutuhan medis warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke kota wisata ini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post