Langkah Proaktif Putus Rantai Penularan TBC dari Tingkat Tapak
Pemerintah Kota Batu mengambil langkah progresif dalam memperketat benteng pertahanan kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC). Melalui integrasi strategi pencegahan berbasis komunitas, Pemkot Batu secara resmi menggelar Deklarasi Penguatan Komitmen Desa/Kelurahan Siaga TBC sekaligus meluncurkan program inovatif Satu Desa dan Kelurahan Satu Dokter di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu.
Langkah krusial ini diambil untuk menggeser fokus penanganan TBC dari sekadar pengobatan klinis menjadi aksi pencegahan yang masif di tingkat akar rumput. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Aditya Prasaja, menegaskan bahwa memperkuat sektor pencegahan menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran TBC di wilayah Malang Raya, khususnya Kota Batu.
“Kalau pengobatan sudah bagus, nah, pencegahannya ini yang perlu diperkuat,” tegas dr. Aditya Prasaja di sela-sela kegiatan. Ia menambahkan bahwa keterbatasan jumlah tenaga medis di lapangan membutuhkan kolaborasi erat dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor dan Kepastian Hukum di 24 Desa/Kelurahan
Komitmen penanggulangan TBC ini bukan sekadar seremoni. Sebanyak 24 desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batu telah menyatakan kesiapan penuh. Komitmen ini diperkuat oleh sinergi lintas sektor yang melibatkan jajaran jajaran jajaran Camat, unsur TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), serta seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kota Batu.
Sebagai bentuk legalitas dan keseriusan operasional di lapangan, setiap desa dan kelurahan kini telah resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Tim Siaga TBC. Tim terpadu inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak dalam melakukan penemuan kasus secara dini, pelacakan kontak erat pasien, hingga pengawasan pemberian terapi pencegahan TBC bagi warga.
Guna memastikan efektivitas kerja para personel di tingkat tapak, Dinas Kesehatan Kota Batu juga telah merampungkan rangkaian pelatihan terpadu. Pembekalan teknis dilaksanakan secara intensif dalam enam kelompok kerja agar seluruh materi identifikasi dan edukasi dapat diserap secara optimal.
“Sudah ada pembekalan, mereka siap untuk melakukan tugas sebagai desa kelurahan siaga TBC,” pungkas dr. Aditya optimistis.
Melalui kesiapan infrastruktur hukum, dukungan medis lewat program Satu Desa Satu Dokter, serta keterlibatan aktif warga, Kota Batu optimistis mampu mengakselerasi terwujudnya lingkungan yang bebas TBC dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post