Penguatan Pelayanan Publik, Pemkot Malang Resmi Lantik 176 Pejabat Baru
KOTA MALANG – Langkah maju untuk mengoptimalkan roda pemerintahan dan pelayanan publik hingga tingkat tapak resmi diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 176 pejabat di lingkungan Pemkot Malang. Agenda krusial yang sempat tertunda ini digelar sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak pengisian pimpinan dan staf operasional wilayah.
Keputusan strategis ini diambil guna memastikan jalannya efisiensi birokrasi, terutama pada garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan. Seluruh pejabat yang dilantik dipastikan langsung memegang kendali tugas baru mereka terhitung sejak penyerahan Surat Keputusan (SK) resmi.
“Alhamdulillah, akhirnya hari ini yang tertunda sudah kita lantik sesuai dengan apa yang saya sampaikan. Minggu ini dilantik dan semua hadir,” tegas Wahyu Hidayat di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Fokus 70 Persen Personel untuk Kelurahan
Dari total 176 aparatur sipil negara (ASN) yang mengemban amanat baru tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk membenahi struktur organisasi di tingkat kelurahan. Wahyu mengungkapkan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen pengisian jabatan difokuskan untuk memperkuat kebutuhan personel kelurahan di seluruh wilayah Kota Malang.
Langkah penataan ini didasari oleh evaluasi lapangan yang menunjukkan masih banyaknya kekosongan pada posisi vital, seperti sekretaris kelurahan (sekel) dan kepala seksi (kasi). Kekosongan personel ini dinilai memicu ketimpangan beban kerja yang berpotensi melambatkan ritme pelayanan keimigrasian administrasi, bantuan sosial, dan kebutuhan dasar warga Malang Raya.
“Sekitar 60 sampai 70 persen sudah kita fokuskan kepada mereka di kelurahan,” ujar Pj Wali Kota Malang tersebut. Menurutnya, pemenuhan staf ini mutlak dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan responsif dan cepat tanpa terkendala masalah kekurangan SDM.
Sinergi dengan DPRD dan Penerapan Manajemen Talenta
Penempatan ratusan pejabat baru di tingkat wilayah ini juga menjadi bentuk pengawalan konkret terhadap berbagai program prioritas Pemkot Malang. Kebijakan ini selaras dengan dorongan dan masukan dari DPRD Kota Malang yang menekankan pentingnya penguatan eksekusi program pembangunan langsung di tengah-tengah pemukiman warga.
Tidak berhenti di sini, Pemkot Malang memastikan penataan birokrasi akan terus berlanjut. Wahyu menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang untuk segera memproses tahapan pengisian jabatan kosong lainnya yang masih tersisa mulai pekan depan.
Guna menjamin profesionalisme dan kualitas kepemimpinan, Pemkot Malang menegaskan bahwa seluruh proses rotasi, mutasi, dan promosi ini berpatokan penuh pada mekanisme manajemen talenta. Setiap ASN ditempatkan secara objektif dengan mengukur kualifikasi, rekam jejak, dan kompetensi calon pejabat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang mumpuni di Bumi Arema.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post